Iklan Banner Sukun
Ragam

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Berikut 7 Skill yang Harus Dikuasai di Dunia Kerja

Ilustrasi skill untuk persiapan revolusi industri 4.0 (Headway, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam bertahan di era revolusi industri 4.0, ternyata punya hard skill saja belum bisa cukup. Sebab, pekerjaan manusia lama kelamaan akan digantikan dengan mesin otomatis.

Oleh sebab itu ada skill khusus yang mesti dikuasai demi bisa bersaing di era revolusi Industri 4.0. Berikut ini daftar skill atau keahlian yang mesti dikuasai.

1. Berpikir kritis

Berpikir kritis itu penting untuk melahirkan ide-ide inovatif. Hal ini dapat dilatih dengan meluangkan waktu untuk melakukan observasi dan menganalisis sehingga bisa mendapat suatu kesimpulan. Berpikir kritis akan menjadi bekal penting dalam menghadapi era 4.0

2. Mampu menyelesaikan persoalan sulit dengan analisis

Kemampuan menyelesaikan persoalan yang rumit begitu penting dikuasai. Hal ini berguna dalam melatih kompetensi ini dapat dilakukan dengan mengasah kemampuan analisis dan berpikir kritis.

3. Daya kreativitas yang tinggi

Mengasah kemampuan kreativitas untuk menjadi informan bermanfaat. Caranya adalah dengan membiasakan diri berpikir out of the box alias berbeda dari yang lain.

4. Jiwa kepemimpinan

Jiwa kepemimpinan penting pada era revolusi industri 4.0. Hal ini berkaitan dengan kemampuan manajemen untuk bisa berdampak pada lingkungan sekitar.

5. Dapat bekerja sama

Kesuksesan kerja tim perlu koordinasi yang baik antara tiap anggota. Skill itu bukan hanya bagaimana memimpin tim, namun juga tentang orang-orang di dalam tim itu sendiri. Bekerja sama dengan orang lain perlu dilatih dengan banyak belajar dari sekitar.

6. Kecerdasan emosional

Kecerdasan intrapersonal dan interpersonal dibutuhkan dalam era revolusi industri 4.0. Sebab, kedua hal itu terkait dengan pengelolaan emosi. Ketika Anda mampu mengelola emosi diri, maka juga mampu mengendalikan emosi orang lain.

7. Dapat bernegosiasi dan mempengaruhi orang lain

Untuk menguasai kemampuan bernegosiasi yang baik, butuh keluwesan dalam menyampaikan gagasan dan pemikiran kepada orang lain. Sehingga perlu sikap yang fleksibel.

Perlu disadari bahwa setiap orang memiliki pemikiran, ide, tindakan, opini, dan emosi yang berbeda dengan orang lain. Untuk itu, dibutuhkan sikap fleksibel dan adaptif guna menghindari pertikaian dalam bernegosiasi.

Skil tersebut penting dimiliki sebagai bekal di era 4.0. Jika tidak memiliki skill tersebut bisa jadi akan tertinggal dengan orang lain. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar