Iklan Banner Sukun
Ragam

Ganefo, Olimpiade Tandingan yang Dibuat Soekarno

(Foto: Nicolas Hoizey, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Ganefo memiliki sejarah dan efek yang dahsyat untuk Indonesia di panggung politik global. Sejak awal tahun 1960-an, Soekarno membuat pusing negara-negara barat lantaran sikap politik yang radikal dan membahayakan kepentingan Barat. Terutama bagi negara-negara beraliran politik kanan.

Ganefo merupakan pesta olahraga anti-neokolonialisme yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno. Ganefo I dilaksanakan pada 10-22 November 1963 di Jakarta yang diikuti 2.200 atlet dari 48 negara, bahkan sumber lain menyebutkan ada 51 negara negara Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa (Timur).

Ganefo juga menjadi sarana pertukaran budaya di antara negara-negara berkembang di dunia yang hubungannya telah dibina sejak Konferensi Asia Afrika 1955. Ganefo sebagai bentuk perlawanan Soekarno melalui olahraga dan politik. Hingga akhirnya Indonesia menerima skorsing dari International Olympic Committee (IOC) karena melarang partisipasi Taiwan dan Israel ke Asian Games IV di Jakarta.

Panitia lantas punya alasan kuat untuk penolakan tersebut. Lantaran status Israel yang dinilai sebagai penjajah bangsa Palestina Taiwan tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi dengan Pemerintah RI karena dianggap bagian Republik Rakyat Cina (RRC). Ganefo disebut sebagai olimpiade tandingan karena besarnya jumlah kepesertaan dan cabang olahraga yang dipertandingkan.

Ganefo sendiri berbasis pada olahraga untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas. Bung Karno menegaskan jika tugas atlet Indonesia bukan hanya menunjukkan kemampuan mereka di bidang olahraga, tetapi juga membina persahabatan dengan atlet atau peserta dari negara lain.

Adapun kegiatan Ganefo I memang didasarkan pada semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung juga idealisme olimpiade yang sejati. Namun, IOC kemudian mengumumkan bahwa mereka tak mengakui Ganefo dan akan mempertimbangkan kembali hak untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 1964 bagi para atlet-atlet yang berpartisipasi dalam Ganefo.

Hal yang menarik dalam penyelenggaraan Ganefo adalah urusan biaya. Sebab, Biaya yang dikeluarkan Indonesia untuk penyelenggaraan event olahraga ini cukup minim. Presiden Soekarno hanya mendanainya lewat bantuan 10,5 juta dolar dari Soviet dan Tiongkok menyumbangkan 18 juta dolar untuk transportasi semua delegasi Ganefo. Itulah sepenggal sejarah tentang ajang olahraga Ganefo yang pernah terlaksana saat masa Soekarno. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar