Ragam

Film Penyalin Cahaya, Angkat Kekerasan Seksual dan Akan Tayang di Korea Selatan

Instagram,@penyalincahaya

Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah film karya anak bangsa berjudul “Penyalin Cahaya” akan tayang untuk pertama kali di Busan International Film Festival (BIFF) yang diselenggarakan pada 6-15 Oktober mendatang di Busan, Korea Selatan. Kabar ini ditulis langsung pada unggahan akun Instagram resmi Penyalin Cahaya.

BIFF sendiri adalah salah satu festival film bergengsi di Asia dan dunia, yang mana Penyalin Cahaya akan ikut berkompetisi pada kejuaraan utama bernama New Currents. Film ini dibintangi oleh para aktris dan aktor kenamaan, seperti Shenina Cinnamon, Lutesha, Dea Panendra, Jerome Kurnia, dan Chicco Kurniawan. Serta disutradai oleh Wregas Bhanuteja, yang mana “Penyalin Cahaya” merupakan film panjang pertamanya.

Sebelumnya, pria kelahiran Jakarta ini menghasilkan karya-karya berupa film pendek. Seperti film Prenjak (2016) yang mengharumkan nama Indonesia denga berhasil meraih kemenangan di berbagai film festival dunia, diantaranya ada Cannes Film Festival, Melbourne International Film Festival, dan Singapore International Film Festival. Lalu ada juga, karyanya yang berjudul Tak Ada yang Gila di Kota Ini (2019), yang melangsungkan premier untuk wilayah Amerika Utara di Sundance Film Festival 2020.

Untuk film Penyalin Cahaya sendiri, Wregas mengaku diinspirasi oleh banyaknya kekerasan seksual yang terjadi dan bagaimana sang korban tidak mendapat hak-haknya. Bisa dibilang bahwa film ini merupakan suara yang mewakili untuk melawan ketidakadilan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Stigma yang ditanamkan, tidak adanya dukungan dan ruang aman, serta pengetahuan masyarakat yang masih minim, menjadi faktor-faktor para penyintas ini memutuskan diam dan menyimpan hal buruk yang dialaminya seorang diri. Karena tak sedikit kasus para korban yang memutuskan untuk speak up malah mendapat cemooh.

Topik penting yang dianggap tabu ini masih perlu mendapat perhatian dari masyarakat dan film produksi Rekata Studio ini berusaha untuk mengangkat itu, agar bisa menjadi media yang mudah untuk saling beragumen.

Penyalin Cahaya mengkisahkan seseorang bernama Sur. Kala itu, untuk pertama kalinya ia menghadiri pesta kemenangan teater kampusnya. Naasnya ia dibuat tidak sadarkan diri dan tidak mengingat apapun yang pada malam itu. Tetapi tiba-tiba tersebar luas swafotonya dalam kodisi mabuk, membuat ia harus kehilangan beasiswa karena dianggap telah membuat nama baik fakultasnya menjadi buruk. Dengan meminta bantuan Amin, teman masa kecil sekaligu tukang fotokopi yang tinggal dan bekerja di kampus, ia ingin mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya malam itu.

Film-film yang mengangkat isu sosial seperti ini memang patut diacungi jempol dan diapresasi. Oleh karena itu mari kita bersabar sedikit untuk bisa menontonnya bersama-sama.[mnd/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar