Iklan Banner Sukun
Ragam

Fetish, Gangguan atau Penyimpangan atau Hal Wajar?

(Foto: Trinity Kuba, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagaimana layaknya mahluk lain, hubungan seksual adalah kebutuhan bagi manusia. Bedanya, ada aturan-aturan tertentu yang diterapkan agar dua orang berbeda kelamin bisa dan boleh melakukan hubungan seksual. Baik melalui aturan agama amupun adat melewati pernikahan. Itulah yang jamak diyakini dan dilakukan di Indonesia.

Hubungan seksual adalah perkara sensitif dan pribadi. Setiap orang memiliki preferensi masing-masing mengenai hal tersebut. Namun, belakangan kita menyaksikan beberapa orang menunjukkan dan menyebarkan preferensi seksual mereka ke sembarang orang. Seperti ketika seseorang merasa terangsang melihat seseornag dibungkus kain batik seperti pocong. Hal-hal tidak wajar ini kemudian banyak disebut sebagai gangguan seksual atau fetish yang tak lazim.

Gangguan seksual kadangkala tidak dapat didefinisikan secara jelas, bahkan orang yang mengalami tidak menyadari masalah itu. Rasa yang mereka alami hanya merasa aneh, berbeda tapi bingung untuk mengatasinya. Keadaan ini bahkan secara tidak langsung kurang nyaman pada lingkungan sekitar karena dianggap mengganggu.

Salah satu ciri dari kelainan seksual dapat diamati melalui kondisi ketika seseorang terangsang karena membayangkan atau terlibat pada hubungan seksual yang aneh namun dilakukan secara berulang. Gangguan dapat menjadi penyimpangan seksual karena membahayakan kondisi fisik atau psikologis orang lain. Laki – laki dan perempuan kemungkinan mengalami kelainan seksual, meskipun banyak diderita laki-laki daripada perempuan.

Fetish merupakan sebuah istilah yang menggambarkan kelainan seksual. Orang yang mengalami fetish memiliki ketertarikan seksual intens pada benda mati. Baru- baru ini di Indonesia sedang bermunculan fenomena fetish yang dengan ketertarikan seksual yang aneh. Salah satunya adalah seorang model Malang yang mengaku menjadi korban fetish mukena.

Kata fetish mungkin sudah tidak asing terdengar, apalagi ketika memasuki usia remaja. Secara umum Fetish merupakan sebuah kondisi seseorang akan melakukan suatu hal untuk memenuhi hasrat dan nafsu seksualnya. Selain itu, fetish diartikan sebagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan gairah seksual seseorang dengan objek yang biasanya non-seksual.

Faktanya, setiap orang memiliki fetish yang berbeda-beda dari hal yang terdengar normal, kemudian aneh dan sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Ciri lain yang dilakukan adalah saat fetish seseorang akan terdorong untuk melakukan aktivitas seksual dengan memakai atau menyentuh objek yang menarik perhatiannya.

Maka terkadang, fetish menjadi kondisi yang normal karena hampir setiap orang punya ketertarikan seksual. Bahayanya adalah ketika gairah fetish mengganggu fungsi seksual, kehidupan, serta perilaku seseorang. Fetish yang berlebihan bisa dianggap sebagai gangguan seksual. [prd/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar