Iklan Banner Sukun
Ragam

Fakta Unik “Moby Dick” yang Jarang Diketahui Para Penggemar Buku

Sperm Whale by Elianne Dipp on pexels.com

Surabaya (beritajatim.com) – Tepat pada hari ini (18/10) pada 170 tahun lalu, novel legendaris “Moby Dick” karya Herman Melville, seorang penulis Amerika Serikat, terbit pertama kali secara resmi di Inggris. Buku ini menceritakan tentang petualangan seorang kapten kapal penangkap paus ambisius, yang bernama Ahab dalam menaklukan seekor Paus Sperma yang bernama Moby Dick. Buku ini ditulis dari sudut pandang Ishmael sebagai narator dan juga anggota awal kapal dari Ahab. Meskipun dianggap sebagai karya klasik, “Moby Dick” sendiri baru diapresiasi keberadaannya ketika penulisnya telah meninggal. Meskipun anda adalah penggemar literatur klasik seperti “Moby Dick”, ada kemungkinan anda belum mengetahui fakta-fakta menarik tentang novel ini.

 

2 Ekor Paus yang Menginspirasi Cerita “Moby Dick”

Cerita “Moby Dick” didasarkan pada kisah nyata seekor paus yang bernama Mocha Dick, yang dinamai berdasarkan sebuah pulau dengan nama yang sama di Chile, tempat di mana paus tersebut sering dijumpai. Mocha Dick adalah Paus Sperma berukuran sekitar 70 kaki (21,3 meter) yang diketahui memiliki sifat yang tenang. Akan tetapi, ketika didekatkan dengan kapal pemburu paus, ia akan berubah beringas dan berusaha untuk menghancurkan kapal tersebut. Mocha Dick sendiri diketahui berhasil diburu pada tahun 1839 dengan belasan tombak bersarang di tubuhnya.

Insiden lain yang menginspirasi kisah yang dibuat Herman Melville terjadi pada 20 November 1820, ketika sebuah kapal pemburu paus yang berasal dari Nantucket diserang dan ditenggelamkan oleh seekor Paus Sperma raksasa. 20 awak kapal yang ada di dalam kapal tersebut harus terbagi ke dalam 3 perahu kecil dan terombang-ambing di lautan selama 4 bulan sejauh 3000 mil (4.828 km) tanpa makanan dan minuman. Para awak yang selamat terpaksa melakukan praktik kanibalisme untuk bertahan hidup.

 

Herman Melville sedang Dalam Proses Pindah Rumah Ketika Menulis “Moby Dick”

Penulis Herman Melville mulai menulis “Moby Dick” di tahun 1850 ketika tinggal di rumah keluarganya yang ada di New York. Pada saat musim panas di tahun yang sama, dirinya memutuskan pindah ke Pittsfield, Massachusetts, dan menyelesaikan “Moby Dick” pada musim semi 1851.

 

“Moby Dick” Didedikasikan Kepada Nathaniel Hawthorne

Kedua bintang literasi tersebut tinggal 6 mil (9,7 km) dari satu sama lain dan bertemu pada tahun 1850. Meskipun telah menyelesaikan “Moby Dick” di akhir 1850, Herman Melville merasa perlu untuk mengubah beberapa bagian setelah bertemu dengan penulis di balik novel “The Scarlet Letter” tersebut. Ada kemungkinan bahwa pengaruh dari Nathaniel Hawthorne mengubah arah dan nada tulisan “Moby Dick”. Kedua penulis tersebut saling mengagumi satu sama lain. Mereka akan saling menulis review luar biasa pada karya satu sama lain, Herman Melville pada membandingkan temannya tersebut dengan Shakespeare. [dwp/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar