Iklan Banner Sukun
Ragam

Fakta Tentang Bunuh Diri dan Tanda-Tandanya

(Foto: Stromseeker, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Hidup dan masalah memang selalu saling berkelindan. Tidak ada hidup tanpa masalah, dan selama masih hidup pasti akan ada masalah. Dan respon setiap orang menghadapi masalah pasti berbeda-beda. Ada yang menjadikan masalah sebagai tantangan sehingga bisa menjadi motivasi diri menjadi lebih baik.

Namun, banyak juga yang mengalami depresi dan terpuruk akibat terus menerus dihadapkan pada masalah. Bahkan, ada yang berpikir mengakhiri hidup karena merasa tidak berarti lagi. Secara tidak langsung, hal ini dipengaruhi oleh seberapa kuat mental seseorang menghadapi masalah.

Kita perlu mengetahui jika mental seseorang dibangun dari pengalaman seumur hidup. Ketika mereka sering mengalami masalah dan berhasil melewatinya maka, kemungkinan ia akan jadi pribadi yang lebih kuat dan mau berjuang untuk bertahan hidup.

Beberapa hal lain yang perlu diwaspadai mengenai penyebab bunuh diri:

Adanya Faktor keturunan sejak dini

Ternyata lahir pada keturunan genetik bisa menyebabkan seseorang bunuh diri. Sebagai contoh, ada keluarga yang memiliki riwayat bunuh diri, maka kita melatih pikiran positif saat mengalami masalah berat dalam keadaan apapun.

Masa lalu yang buruk memicu trauma

Sadar atau tidak ketika kita mengalami trauma yang terjadi pada masa kecil atau masa lalu ini akan membentuk alam bawah sadar seseorang. Bahayanya, kita akan kesulitan untuk keluar dari trauma yang menghambat seseorang untuk memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri tentang hal hal buruk yang terjadi padanya. Jika berlanjut akan berisiko bunuh diri.

Perhatikan dan Kenali Sekitarmu!

Mulailah untuk mengamati tanda seseorang ingin bunuh diri dari perubahan perilaku yang terjadi pada orang disekitar. Biasanya, orang itu tidak mampu menghadapi permasalahan atau sedang membutuhkan pertolongan.

Inilah beberapa tanda seseorang ingin bunuh diri:

Mereka selalu berbicara putus asa atau menyerah dan sesuatu tentang kematian. Bahkan terkadang mereka melakukan tindakan yang mengantar pada kematian, seperti ugal-ugalan, olahraga ekstrem tanpa berhati-hati, atau mengonsumsi dosis obat berlebihan

Selain itu, mereka kehilangan minat pada hal yang disukai, sering berbicara atau posting sesuatu dengan kata-kata galau dan masalah hidup, rasanya seperti tidak ada harapan dan merasa tidak berharga. Perasan sering menyalahkan dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa semua tidak akan terjadi jika dia tidak ada di sini dan merasa jika hidup akan lebih baik tanpa dirinya. [prd/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar