Iklan Banner Sukun
Ragam

Fakta di Balik Film Ku Kira Kau Rumah, Sampai Adegan yang Diluar Naskah

(Sumber foto: Tangkap layar Instagram)

Surabaya (beritajatim.com) – Ku kira kau Rumah menjadi film yang menarik, karya dengan sutradarai dan produser aktor dan aktris cilik yaitu Prilly Latuconsina dan Umay Shabab.

Pemeran dari film Kukira Kau Rumah adalah deretan aktris dan aktor muda berbakat seperti Prilly Latuconsina dan Jourdy Pranata menjadi pemeran utama.Kemudian ada Shenina Cinammon, Unique Priscilla, Raim Laode, dan Kiki Narendra.

Faktanya, Ku kira Kau Rumah adalah film pertama Jourdy Pranata sebagai pemeran utama. Cerita sebelum rilis menjadi film, Umay Shahab sebagai sutradara menyampaikan jika awalnya Kukira Kau Rumah hanya dijadikan serial pendek.

Tapi ketika dibicarakan lebih lanjut Yahni Damayanti sebagai salah satu produser memutuskan jika Kukira Kau Rumah dibuat menjadi film layar lebar.

Ketika sudah diputuskan untuk membuat film layar lebar, Monty Tiwa sebagai penulis skenario memberikan bantuan menulis script.

Bukan hanya itu, Imam Salimy turut membantu menulis skenario film Kukira Kau Rumah. Ketika menulis skenario, Umay sempat melakukan riset dan konsultasi dengan beberapa psikolog hingga komunitas bipolar.

Film yang berhasil masuk dalam nominasi Festival Film 2021

Walaupun kala itu belum rilis untuk publik, dari film Kukira Kau Rumah hingga kedua pemeran utama masuk dalam nominasi Festival Film 2021. Produksi film Ku kira Kau Rumah dilakukan oleh dua rumah produksi, yaitu MD Pictures dan Sinemaku Pictures.

Beberapa adegan diluar naskah memicu emosional

Seperti yang sempat dilihat melalui teaser film yaitu adegan Niskala berteriak “Tolong mah”. Sebenarnya, scene itu, pada naskah tidak ada kalimat tersebut sehingga adegan penuh emosi terjadi di luar naskah.

Pada adegan itu terlihat Niskala mengalami kekambuhan fase depresi cukup berat untuk seseorang gangguan kesehatan mental.

Jadi pada di skrip aslinya, adegan itu cukup sederhana. Tapi, tiba-tiba menangis ketika syuting karena bener-bener merasa beratnya Niskala menghadapi fase depresi dan mamanya hadir sebagai support system Niskala harus melihat anaknya dalam keadaan menderita. (PRD/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar