Iklan Banner Sukun
Ragam

Ethical Fashion, Upaya Selamatkan Bumi dari Limbah Pakaian Kalian

(Foto: Andrea Piacquadio, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Industri fashion selalu bergerak dengan cepat, model dan gaya pakaian pun akan selalu berubah mengikuti zamannya. Tren yang terus berganti ini membuat masyarakat seolah dipaksa untuk terus mengikutinya. Ini juga yang menyebabkan banyak sekali orang yang menggemari fast fashion.

Fast fashion sendiri adalah produk fashion yang sering kita gunakan saat ini, yang modelnya berganti mengikuti dengan gerak tren. Dengan terus mengikuti tren, belanja pakaian kita akan terus meningkat. Pakaian yang kita punya pun akan terus bertambah dan makin tak terpakai. Cepatnya pergantian tren dan masifnya produksi pakaian tentu memberikan dampak kerusakan lingkungan.

Oleh karena alasan-alasan inilah muncul konsep dengan istilah Ethical Fashion, di mana menjadi kebalikan dari fast fashion. Gerakan ini tidak hanya mementingkan hasil fashion semata, namun juga memperhatikan proses produksi agar tidak merusak lingkungan. Lebih lagi, Ethical Fashion juga lebih manusiawi dengan memikirkan kesejahteraan serta hak dari para pekerja, seperti gaji, jam kerja, serta tidak memperkerjakan anak yang di bawah umur.

Menerapkan gaya hidup dengan Ethical Fashion ini bisa dimulai dari diri kalian sendiri, asalkan ada kemauan dan pemikiran bahwa di dunia ini ada makhluk lain yang dirugikan dari adanya fast fashion. Beberapa cara untuk mengaplikasikan konsep ini diantaranya seperti yang di bawah ini.

1. Membeli hanya saat butuh

Tak jarang, orang membeli pakaian hanya karena lapar mata dan nafsu sesaat. Padahal, seringnya pakaian itu tidak tersentuh sama sekali. Selain membuang-buang uang, kebiasaan buruk juga bisa menjadi penyebab polusi akibat banyaknya tumpukan pakaian di rumah. Maka dari itu, pastikan kalian mengetahui apa yang kalian butuhkan dan cukup membeli itu saja.

2. Menyewa baju

Saat acara-acara khusus, seperti pesta atau wisuda, kalian bisa menggunakan baju-baju yang disediakan oleh fashion rental. Di masa kini, sudah banyak orang-orang yang menyewakan bajunya secara daring. Buat mindset bahwa baju itu hanya akan terpakai sekali dan belum tentu dipakai lagi di acara selanjutnya. Bisa jadi jika ada acara lain, kalian akan memilih untuk membeli baju dengan model lain pula.

3. Pakaian organic atau merk sustainable

Cara berikutnya yang bisa kalian coba adalah dengan menggunakan baju yang memiliki bahan-bahan organik. Cari tau brand yang memproduksi pakaian dengan bahan ramah lingkungan, seperti bahan serat tencel, katun organik, atau linen. Banyak merek pakaian yang sudah mulai menerapkan recyle atau mendaur ulang sisa produksi menjadi produk baru yang tak kalah berkualitas.

4. Thrift Shop

Tren membeli baju bekas memang belakangan ini menjadi ramai diperbincangkan dan populer di kalangan masyarakat. Dengan berbelanjan baju bekas, kalian akan menemukan baju yang tidak mainstream dan baju yang unik. Pilihlah baju bekas secara teliti dan pastikan masih layak pakai. Jangan lupa dicuci dengan benar menghindari adanya bakteri atau kuman yang tinggal.

5. Donasi pakaian layak pakai

Saat pakaian sudah menumpuk dan lemari menjadi sesak, tak ada salahnya untuk memilah baju mana yang layak untuk didonasikan. Donasi baju bekas tak hanya mengurangi limbah pakaian, tapi juga membantu orang-orang yang ternyata membutuhkan selembar kain untuk menutupi tubuh mereka.

Ada banyak cara untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan yang dibuat sendiri oleh manusia, tak hanya membuang sampah pada tempatnya, memikirkan soal pakaian yang kita gunakan juga akan sangat membantu. Mari bergotong royong menyelamatkan bumi dari kepunahan.(mnd/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar