Iklan Banner Sukun
Ragam

Ernest Prakasa Permasalahkan Materi Stand Up Tebak-tebakan, Ini Sosok Komika yang Dimaksud

Gautama (kiri) dan Ernest Prakasa (kanan). (Sumber foto: Instagram @jifortin dan @ernestprakasa)

Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan ramai diperbincangkan oleh warganet terkait cuitan Ernest Prakasa. Ia mengutarakan keresahannya terkait materi stand up yang hanya bermain tebak-tebakan.

“Di SUCI, ada komika yang serius menulis bit, tapi ada juga yang cuma main tebak-tebakan. Adil? Kalo menurut gue, enggak,” tulisnya, Sabtu (10/9/2022).

Ia juga menjelaskan bahwa hal ini tidak lepas dari prinsip yang ia pegang. Di mana Stand Up merupakan sebuah bentuk kesenian yang memiliki cirinya sendiri. Terlebih dalam sebuah kompetisi, hal ini merupakan harga mati.


Menanggapi komentar warganet perihal banyaknya penonton yang merasa terhibur bahkan tertawa, Ernest pun tetap menganggap hal tersebut tidak adil.

“Betul. Makanya, ini subjektif. Bagi gw, ketawa tapi pake tebak-tebakan, gak adil. Kalo mau fair, semua harus menulis bit sebagaimana mestinya seorang stand-up comedian, karena ini kompetisi,” terangnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa semua orang pada dasarnya bisa membuat tebak-tebakkan. Maka dari itu, ia menganggap komika yang hanya menggunakan materi tebak-tebakkan sekadar cari gampangnya saja. Di lain sisi, orang lain serius untuk belajar.

Terkait cuitan tersebut, tak ayal jika sebagian dari masyarakat yang bertanya-tanya. Sebenarnya siapa sosok yang dimaksud?

Adapun komika yang dimaksud Ernest ialah kontestan (Stand Up Comedy Indonesia) SUCI yang bernama Gautama. Pria asal Jepara tersebut memang kerap menggunakan tebak-tebakan dalam materi yang ia bawakan.

Meskipun banyak penonton yang tertawa dan terhibur dengan pembawaannya, tapi hal tersebut tetap tidak membuat Ernest merasa nyaman dan bahkan mempermasalahkannya.

Sebagai juri, ia pun juga sudah menyampaikan alasannya secara langsung terkait hal tersebut. Menurutnya, Gautama cukup briliant dalam berstand-up. Hanya saja cukup pengecut dengan hanya mengandalkan tebak-tebakan.

Ernest juga menyadari bahwa juri lainnya, seperti Raditya Dika dan Abdel Achrian tidak sependapat dengannya. Tak ayal jika ia kemudian memutuskan agar sebaiknya tidak ikut menjadi juri. Terlebih karena menyangkut perihal prinsip yang ia pegang.

“Jadi, selamat menonton SUCI-X, semoga terhibur. Jumat depan kalian masih akan ngeliat gw sebagai juri untuk terakhir kalinya,” imbuhnya. (fyi/nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar