Iklan Banner Sukun
Ragam

Endometriosis, Penyebab Kemandulan Pada Perempuan dan Cara Mengatasinya

(Foto: John Looy, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian orang mungkin masih belum mengenal istilah endometriosis. Namun, sebagian wanita yang mengetahuinya tentu akan menganggap hal tersebut sebagai momok yang cukup menakutkan, karena dapat berisiko menyebabkan kemandulan.

Banyak orang yang menyebutkan endometriosis atau nyeri berlebihan ketika menstruasi disebabkan karena adanya ketidakseimbangan hormon, gangguan anatomi, atau hal lainnya. Padahal belum ada penelitian yang menjelaskan mengenai penyebab utama gejala tersebut.

Namun, secara medis telah dipastikan endometriosis terjadi karena adanya faktor genetik. Maka seorang perempuan yang memiliki ibu, nenek, atau saudari yang pernah mengalami nyeri ketika haid, tak ayal jika ia pun juga akan berpotensi mengalami hal serupa.

Mungkin hampir semua wanita pernah merasakan kram ketika menstruasi, namun penderita endometriosis memiliki gejala yang lebih signifikan, salah satunya ialah nyeri yang setiap hari dirasakannya ketika haid atau bahkan berhubungan intim.

Jika sudah demikian biasanya para penderita endometriosis harus rajin mengonsumsi obat penahan rasa nyeri. Tak jarang juga sebagian wanita sampai tidak bisa beraktivitas karena menahan rasa sakit karena hal tersebut.

Bahkan, dalam banyak kasus sampai ada yang pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Jika sudah demikian tentu ini dapat menimbulkan beragam dampak negatif, salah satunya kemandulan.

Maka cara yang kerap disarankan oleh para dokter ialah dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti pil KB. Hal ini dilakukan untuk mengurangi peradangan pada rahim dan sekaligus untuk memperbaiki siklus menstruasi yang sebelumnya tidak teratur.

Jika bagi para wanita yang memang tidak ingin memiliki seorang anak, tentu hal ini bukan jadi masalah. Berbeda halnya bagi mereka yang masih lajang, tentu ini cukup membuat khawatir.

Tak sedikit dari mereka takut jika ketergantungan. Padahal memang dengan cara demikian, seseorang bisa sembuh dari endometriosis. Namun, meskipun begitu tetap harus rutin kontrol agar dapat diketahui perkembangannya.

Untuk para wanita yang sudah menikah biasanya diberikan IUD atau KB spiral. Pada dasarnya kegunaannya pun sama yakni untuk menekan siklus menstruasi.

Pula harus rajin kontrol, karena tidak menutup kemungkinan bahkan setelah diobati atau dioperasi seseorang masih mengalami gejala nyeri hebat ketika haid. Pengobatan menggunakan alat kontrasepsi ini bisa saja menutup kemungkinan risiko kemandulan asal penanganannya tepat dan cepat sesuai instruksi dokter. [fyi/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan