Iklan Banner Sukun
Ragam

Dosen Teladan, Selamatkan Mahasiswa dari Kegagalan Berdasarkan Kemampuan Dasar

Surabaya (beritajatim.com) – Kepintaran dan kecerdasan seseorang memang tidak bisa dilihat hanya kemampuan seorang itu memahami bahasa asing atau dipaksakan untuk sempurna disemua bidang keilmuan. Bisa saja orang itu tidak baik dalam satu bidang, tetapi ia sangat menguasai bidang lainnya.

Maka itulah mengapa ada pepatah yang mengatakan kesuksesaan setiap orang dalam pendidikan dan kehidupan tidak bisa disamakan, seperti halnya jika sukses adalah memanjat pohon, maka itu tidak berlaku bagi ikan. Kiranya petuah itu yang dipahami betul oleh seorang dosen Psikologi Klinis di UNIMAS, Serawak, Malaysia.

Dilansir dari World of Buzz, ia mendapatkan banyak apresiasi karena telah jeli melihat kemampuan mahasiswanya dan percaya akan potensinya sehingga ia menyelamatkan mahasiswa tersebut dari kegagalan ujan.

Di akun Twitter-nya, ia membagikan pengalamannya tentang seorang siswa yang hampir gagal karena ia kesulitan memahami jawaban siswa yang ditulis dalam bahasa Inggris. Siswa hanya memiliki 3 nilai tersisa untuk lulus ujian. Saat dia merenungkan bagaimana ia menerapkan penilaiannya karena hasil ujian mahasiswa tersebut kacau, ia pun memutuskan untuk berbicara dengannya tentang hal itu.

“Saya memberi tahu dia tentang hasilnya dan memintanya untuk memberi tahu saya apa yang telah dia pelajari dari subjek ini.”

Siswa tersebut meminta izinnya untuk menjawab dalam Bahasa Malaysia dan dengan logat pantai timurnya yang kental, ia berhasil menjelaskan segala sesuatu tentang subjek tersebut, mulai dari Bab 1 hingga 10.

“Saya mencoba memutarbalikkan pertanyaan. Dia bisa menjawab semuanya dan itu menunjukkan bahwa dia memahami teori dengan baik. Saya menambahkan 3 nilai tambahan untuknya dan dia lulus,” katanya.
“Sesuatu yang tidak kamu ketahui sebelumnya, sekarang kamu sudah mengenalnya.” tambah Dosen itu.

Postingannya telah menarik perhatian di media sosial dan netizen telah menyatakan terima kasih atas empatinya.

“Inilah pendidikan yang sesungguhnya dan pendidik yang sesungguhnya. Terima kasih. Murid-murid Anda beruntung memiliki Anda.”

Selain itu, beberapa netizen dari pantai timur juga mengungkapkan alasan mengapa beberapa dari mereka kesulitan berbicara dalam bahasa Inggris.

“Saya dulu belajar di pantai timur. Kebanyakan dari mereka kurang eksposur dan lebih memilih untuk tidak berbicara bahasa. Saya pernah dicap sok karena berbicara dalam bahasa Inggris.”

“Terkadang, kurangnya kepercayaan diri dalam berbicara bahasa. Mereka harus diajar di rumah dan di sekolah agar percaya diri dalam berbicara bahasa.”

“Keyakinan juga ada hubungannya dengan lingkungan. Ketika mereka mencoba berbicara dan membuat kesalahan, mereka yang fasih cenderung meremehkan mereka.”

“Teman sekelas saya yang tidak pernah meninggalkan pantai timur sampai dia harus belajar berusaha sangat keras untuk berbicara bahasa dengan kami.”

Bahasa Inggris tidak dapat disangkal penting untuk kita kuasai terutama pada saat-saat kompetitif seperti ini. Menurut Anda apa yang dapat dilakukan agar semua orang dapat berbicara bahasa dengan lancar dan nyaman? (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar