Iklan Banner Sukun
Ragam

Deretan Kejadian Buruk Sepanjang Penyelenggaraan Oscar 2022

Will Smith

Surabaya (beritajatim.com) – Gelaran paling bergengsi, Oscar Award 2022, agaknya jadi momen paling penuh kejutan dan absurd selama ini 94 tahun lamanya. Momen Will Smith meninju pipi Chris Rock memang jadi highlight di acara itu.

Kejadian itu bermula, saat Chris Rock menjadi host dan membacakan nominasi Best Documentary Feature dan membuat candaan tentang film G.I Jane, yang memiliki karakter perempuan tentara botak. Karakter ini dikaitkan dengan Jada Pinket, istri Will Smith.

Video yang beredar, salah satunya dilansir dari @variety menunjukkan bahwa Chris Rock berkata, “Jada, (saya) tidak sabar menunggu G.I Jane 2.”

Suasana yang cair dan menyenangkan, begitu juga dengan Smith yang awalnya tampak tertawa tiba-tiba diam. Ia pun naik ke atas panggung dan melayangkan tinju dari tangan kanannya ke pipi Rock dan langsung kembali ke tempat duduknya.

Saat itu penonton tidak mengira aksi Smith adalah sebuah ungkapan kekesalan yang serius. Mereka mengira hanya settingan, sampai akhirnya Smith berteriak.

“Leave my wife’s name out of your f–king mouth,” maki Smith yang saat itu bahkan ABC TV mensensor suara Smith dan suasanapun menjadi tegang.

Tetapi ternyata gelaran Oscar ke-94 di Dolby Theatre di Hollywood, California pada 27 Maret kemarin, tidak hanya kejadian tinju Will Smith saja yang terkesan negatif. Ada juga kejadian lainnya yang cukup menjengkelkan.

Selain Chris Rock, host yang candaanya melukai hati orang lain, ada juga Amy Schumer yang bersikap juga cenderung serampangan. Amy membuat ketidak berhasilan Kirsten Dunst di Oscar menjadi guyonan. Amy menyebutnya -Seat Filler- atau pengisi kursi kosong.

Tidak hanya itu, sebelum menyebut Kirsten Dunst sebagai Seat Filler, Amy datang dengan guyonannya yang kasar dan cringe tentang Kirsten Dunst yang gagal meraih oscar.

“Apakah anda tahu apa itu seat filler? dan bagaimana perannya, seat filler adalah orang yang mengamankan kursi anda saat anda pergi ke toilet atau saat kamu pergi menangis karena tidak menang (Oscar), biarkan aku memberimu tahu, oh ini dia seat filler,” ujar Schumer sembari menarik tangan Dunst untuk meninggalkan kursinya kemudian ia duduk di kursi Dunst.

Mencoba membuat jokes dengan merayu Jesse Plemons. Plemons pun terkejut melihat ulah Amy hingga melontarkan pertanyaan, “Apakah kamu tahu dia (Dunst, red) adalah istriku,” dengan ekspresi awkward melihat tingkah laku Schumer.

“apakah kamu menikahi seorang seat filler?” jawab Schumer. Sontak jawaban itu membuat Plemons, Dunst dan bahkan beberapa selebriti yang hadir disana merasa canggung dan awkward, seperi Lupita Nyong Oh yang duduk di belakang mereka yang bereaksi tanpa tawa dan bingung.

Selain Chris Rock dan Amy Schumer, ada juga Regina Hall yang dinilai tidak sopan dan melakukan sexual jokes. Aktris berusia 51 tahun ini yang bertugas sebagai host tiba-tiba membuat candaan soal kelajangannya dan memanggil 6 (enam) aktor laki-laki untuk bergabung dengannya di atas panggung.

Dia memanggil aktor-aktor ‘Hot’ seperti Bradley Cooper, Timothee Chalamet, Simu Liu, Tyler Perry, Jason Mamoa, dan Josh Brolin, ke atas panggung untuk alasan tes Covid. Dia mengeluarkan candaan akan melakukan tes PCR ke mereka, dan bukannya melakukan gerakan swab, dia malah menyarakan untuk melakukan swab tenggorokan mereka dengan lidahnya. Selain itu dia juga meraba-raba aktor-aktor yang sedang berdiri di atas panggung itu.

Kejadian absurd di Oscar tahun ini tidak hanya berhenti disitu. Ada juga ‘Yellow Peril’ moment yang dialami oleh satu-satunya wakil Asia di ajang Hollywood ini, Ryuuske Hamaguchi.

Yellow Peril adalah istilah merujuk pada perilaku rasisme yang merupakan bagian integral dari aspek xenofobik dari kolonialisme: bahwa orang-orang Asia Timur adalah sebuah marabahaya bagi dunia Barat.

Meski tidak begitu kentara, tapi apa yang dialami Ryuuske cukup menunjukkan adanya tendensi. Peraih Best International Feature melalui Drive My Car ini mengalami cancle speach. Dia mengalami gangguan hingga dua kali saat menyampaikan pidato kemenangannya yang saat itu ia belum sempat menyelesaikan pidatonya. Drum terus-terusan berbunyi seakan ingin menyelesaikan pidato Ryuuske.

Ryuuske pun akhirnya memutusakan untuk menggunakan bahasa Inggris dan mempercepat pidato, padahal disana sudah disedikan penerjemah bahasa Jepang.


Apa Reaksi Anda?

Komentar