Iklan Banner Sukun
Ragam

Dialog Kebangsaan Barikade Gus Dur, Neng Yenny Cerita Rumah Ayahnya Direbut Keponakan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Kader (Barikade) Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), terus menyerukan untuk tetap berangkulan dengan sesama agar keamanan dan keutuhan NKRI tetap terjaga.

Seruan itu disampaikan Ketua DPC Barikade Gus Dur Sidoarjo H. M. Irfan BA dalam dialog kebangsaan “Menjaga Toleransi dan Menolak Rarikalisme Menuju Sidoarji Maju”

Kata Irfan, tujuan dialog ini untuk menjaga agar Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia tetap kondusif dan terhindar dari kelompok-kelompok radikal yang berpotensi merusak Indonesia.

“Mari kita tetap berangkulan agar keamanan dan keutuhan NKRI tetap terjaga. Kami siap berada di garda terdepan menangkal terorisme dan radikalisme di Sidoarjo,” tegas Ketua DPC Barikade Gus Dur Sidoarjo H. M Irfan usai acara pelantikan 18 DPAC Barikade Gus Dur se- Kab. Sidoarjo di Hotel Luminor Sidoarjo Minggu (26/6/2022).

Irfan menambahkan, di Sidoarjo tidak menutup kemungkinan bisa tumbuh adanya benih-benih intoleransi di Sidoarjo, baik itu di perkampungan, tempat pendidikan dan lainnya.

“Dari sini mari bersama-sama untuk mengantisipasinya, karena intoleransi dan radikalisme, sangat tidak dibenarkan. Mari bersama-sama berangkulan untuk terus bersatu antar sesama seperti apa yang pernah dicontohkan oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) semasa hidup berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Barikade Gus Dur Jawa Timur H. Ahmad Arizal menadaskan, dialog kebangsaan menjaga toleransi dan radikalisme sangat perting dilakukan. Terlebih untuk jenjang pendidikan sekolah.

“Kedepan, diperlukan kurikulum yang secara khusus mengajarkan tentang toleransi,” sebutnya menganjurkan.

Arizal juga berpesan kepada semua Barikade Gus Dur di semua tingkatan, termasuk di pedesaan, terus suarakan akhlak, gagasan dan perilaku tokoh pluralisme (Gus Dur red,), di tengah masyarakat yang beragam.

“Kita harus jaga betul NKRI ini, karena sekali pecah akan sulit tersatukan kembali. Mari bergandengan dengan semua golongan, yang ada di tengah masyarakat demi keutuhan NKRI,” tegasnya.

Bersama. Pengurus DPW, DPC dan DPAC Barikade Gus Dur di Luminor Sidoarjo

Hadir dalam acara dialog Barikade Gus Dur tersebut Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid via aplikasi zoom. Neng Yenny menekankan jangan sampai perbedaan dijadikan sebagai persoalan di alam semesta.

“Ingat, yang menciptakan berbeda-beda itu Allah SWT. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan alam semesta, tugas kita saling mengenal, saling mengerti. Gus Dur dalam berkehidupan selalu membela siapapun yang memintanya tanpa memandang latarbelakang. Manusia semua adalah makhluk ciptaanNya,” terangnya.

Neng Yenny juga tidak mempermasalahkan apa latar belakang partai dan lainnya yang ikut gabung menjadi Barikade Gus Dur. Namun yang perlu dilakukan adalah meneruskan perjuangan Gus Dur.

Masih kata Neng Yenny, jika ada yang bertanya soal politik Gus Dur, silakan dijelaskan kepada masyarakat kalau Gus Dur pernah mendirikan partai hingga maju.

Terus, lanjut Neng Yenny, pada posisi partai sudah maju dan dikenal masyarakat sampai dilevel pedesaan secara nasional, Gus Dur memanggil ponakannya. Dimana disitu diajak masuk ke rumah (baca : partai), sini nak, di suruh duduk kursi yang empuk, kamar mandi yang besar, dan kemudian pemilik rumah diusir.

“Itulah yang terjadi dan sejarah itu tidak bisa dipungkiri dan semua masyarakat masih ingat hingga saat ini,” jelas Neng Yenny seperti menceritakan kondisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan ayahnya bersama KH. Munasir Ali, KH. Ilyas Ruchiyat, KH. Mustofa Bisri, dan KH. A Muhith Muzadi, yang kini di pegang Muhaimin Iskandar sebagai ketua umumnya. (isa/ted)

 

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar