Iklan Banner Sukun
Ragam

Di Luar Nalar, Selebgram Ini Dapat Cuan dari Jualan Keringat Payudara

Surabaya (beritajatim.com) – Benda yang mengandung unsur unik kerap jadi dorongan orang untuk berjualan. Tentu, barang yang diperdagangkan masih dalam batasan normal.

Tetapi, seorang selebgram asal Connecticut, Amerika Serikat, Steph Matto, ternyata punya ide yang mungkin tidak dipikirkan banyak orang. Dia pun mendapatkan untuk dari berjualan benda tak masuk akal, keringat payudara.

Ini merupakan ide unik berikutnya dari Matto. Sebelumnya, dia sempat populer di media sosial karena berjualan kentut.

Sebelumnya wanita itu harus mengumumkan pensiun dini dari berjualan kentut setelah dirawat di rumah sakit. Diet yang dijalani demi bertoples-toples kentut justru membuatnya celaka.

Matto yang memproklamirkan diri sebagai unique interpreneur telah memilih diet tinggi serat dan hanya makan kacang-kacangan serta telur. Tetapi dietnya menjadi serba salah setelah mengalami nyeri dada yang disebabkan oleh kelebihan gas.

Mantan bintang reality show berusia 31 tahun itu menghasilkan US$1.000, setara Rp14,5 juta per botol kentut. Setelah Matto pulih sepenuhnya dari ‘toples kentut,’ dia telah menemukan sesuatu yang kurang menyakitkan.

Sekarang dia menjual keringat di sekitar payudaranya. Awalnya Matto mendapatkan popularitas setelah ia membintangi realityshow 90 Day Fiancé. Dia sekarang mengklaim dapat dengan mudah mengumpulkan toples keringat untuk para penggemarnya dalam 15 menit.

Matto bilang butuh empat jam sehari bersantai di tepi kolam tamannya, yang membantunya membangun jumlah ‘keringat’ yang tepat. Menurut Matto, jika ‘mataharinya baik’, dia bisa mengisi sepuluh botol stoples keringat hanya dalam satu hari, lalu dijual dengan harga US$500, setara Rp7 juta

“Saya suka duduk di tepi kolam renang, tapi itu juga kerja keras, jangan tertipu. Saya juga punya satu set [payudara] yang bagus. Dan mencium keringat, menjilati keringat, akan membawa penggemar sedekat mungkin dengan mereka. Banyaknya keringat kadang-kadang dapat bervariasi berapa lama [untuk mengisi toples] karena tergantung pada beberapa faktor ilmiah, terutama panas, gerakan, dan seberapa terhidrasi saya. Saya mencoba untuk minum banyak air dan duduk sebanyak mungkin. sinar matahari langsung yang saya bisa,” kata Matto, dikutip dari Indiatimes.com.

Mempertimbangkan jumlah risiko yang terlibat dengan paparan sinar matahari selama berjam-jam, Matto mengklaim dia mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi dirinya sendiri.

“Saya juga mencoba mempraktikkan pekerjaan ini seaman mungkin dengan pelembab SPF yang tepat; namun setelah seminggu terakhir ini, saya telah belajar bahwa SPF 30 tidak cukup melindungi karena sinar uv masih membakar dada saya dengan cukup parah. Dengan keringat payudara, saya ingin melakukan hal-hal dengan benar. Saya ingin menjadi pintar, memulai dengan tepat dan hati-hati dan memiliki pertumbuhan berkelanjutan yang tidak membebani tubuh saya,” kata Matto. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar