Iklan Banner Sukun
Ragam

Di Luar Kewajaran, Bandara Terima 12 Ribu Lebih Keluhan Bising dari Orang yang Sama

Surabaya (beritajatim.com) – Tinggal dekat fasilitas umum seperti bandara tentu harus bisa berdamai dengan kebisingan. Jikapun terganggu, bolehlah mengajukan keluhan selama masih dalam batas wajar.

Tidak seperti seorang warga Irlandia yang tinggal di dekat Bandara Internasional Dublin. Tidak terima terganggu kebisingan, dia mengajukan keluhan ke bandara tersebut.

Dikutip dari Odditycentral.com, orang tersebut berkali-kali mengirimkan keluhan ke Bandara Dublin. Jumlahnya bahkan mencapai 90 persen dari total aduan dengan 12.272 keluhan atau rata-rata 34 keluhan per harinya.

2021 bukan tahun terbaik untuk bandara dan bisnis penebrangan karena pandemi Covid-19, tidak terkecuali Bandara Dublin. Tetapi itu tidak menghentikan satu orang tak dikenal untuk mengajukan keluhan kebisingan terkait penerbangan yang mendarat atau lepas landas Bandara.

Bahkan, orang ini berhasil menggandakan jumlah keluhan kebisingan yang mereka buat pada tahun 2020, menjadi 6.227 orang terhormat, meskipun lalu lintas pesawat hanya naik sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya, karena pembatasan pandemi.

Pengadu tak dikenal, yang dilaporkan tinggal di Ongar, barat laut Dublin, tampaknya sebagian besar bertanggung jawab atas peningkatan dramatis dalam keluhan kebisingan yang diterima oleh Bandara Dublin sejak 2019. Hingga tiga tahun lalu, bandara mendapat sekitar 1.500 keluhan setahun, tetapi pada tahun 2021 jumlahnya meroket menjadi 13.569. Menariknya, tanpa panggilan yang dilakukan oleh pengadu berantai misterius ini, bandara hanya akan menerima 1.296 panggilan.

Menurut Irish Independent, orang yang sama juga telah memulai awal yang baik pada tahun 2022, terhitung 5.276 pengaduan dari total 5.573 yang dicatat oleh Bandara Dublin dalam tiga bulan pertama tahun ini. Dia sudah memperbaiki rasionya, dengan rata-rata 59 keluhan per hari.

Seorang juru bicara Bandara Dublin menolak mengomentari banyaknya keluhan yang diajukan oleh satu orang ini, tetapi menyebutkan bahwa operator bandara menanggapi setiap keluhan individu tentang masalah yang diangkat.

Bagaimana menurut sobat beritajatim nih soal tukang keluh misterius ini? Meski mengajukan keluhan memang bisa di lukukan dan merupakan hak, tapi apakah mengajukan keluhan sebanyak itu wajar? Sedangkan kalau di Indonesia, bahkan saat anak-anak kecil melihat pesawat pelintas di atasnya, mereka bersorak dan seakan merayakan kedatangan sesuatu yang masif dan menyenangkan. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar