Iklan Banner Sukun
Ragam

Deretan Makanan Menjijikkan Namun Banyak Diminati

Foto/Charles Parker dari Pexels

Surabaya (beritajatim.com) – Beragam jenis olahan makanan lezat tak pernah ada habisnya untuk dinikmati. Namun, di dunia ini terdapat berbagai jenis makanan yang terbilang cukup aneh dan menjijikkan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Meski dengan melihat sajiannya sudah tidak meyakinkan, namun beberapa makanan menjijikkan berikut ini memiliki cukup banyak peminat.

Casu Marzu
Makanan khas Sardinia merupakan salah satu jenis keju. Namun, berbeda dengan keju yang kerap dijumpai di Indonesia, makanan yang terbuat dari susu domba ini disajikan dengan adanya ribuan belatung di dalamnya. Belatung-belatung tersebut berasal dari salah satu jenis lalat yang bertelur di keju itu ketika sedang dijemur. Casu Marzu bahkan harus dimakan sebelum belatung tersebut masih hidup, karena jika tidak keju tersebut akan menjadi sangat beracun.

Balut
Balut merupakan sajian telur rebus yang berisi embrio ayam atau bebek. Tapi yang paling banyak digemari masyarakat ialah embrio bebek karena dianggap lebih gurih. Proses pembuatan balut dilakukan dengan proses pengeraman yang berlangsung sekitar 12-21 hari atau hingga muncul embrio di dalamnya. Kuliner asal Filipina ini biasanya banyak dijajakan di pinggir-pinggir jalan.

Sannakji
Sannakji merupakan kuliner tradisional Korea Selatan yang berupa gurita. Jika umumnya gurita diolah dengan campuran bumbu dan dimasak hingga matang, berbeda dengan Sannakji yang dimakan dengan kondisi bergerak ketika dihidangkan Meski telah dipotong kecil-kecil namun tentakel gurita masih bisa merespon stimuli, tak ayal jika disajikan dengan kodisi menggeliat. Ketika memakan hidangan ini disarankan untuk benar-benar mengunyah dengan sempurna sebelum ditelan.

Tamilok
Salah satu makanan unik dan khas yang berbahan dasar hewan juga bisa ditemukan di Filipina. Salah satu yang dianggap menjijikkan ialah Tamilok. Tamilok atau cacing kayu biasa mereka konsumsi dalam kondisi mentah. Sebelum disantap biasanya dihilangkan terlebih dahulu kepala dan isi perutnya.

Biasanya masyarakat sekitar juga menambahkan bahan lain, seperti perasan jeruk, garam, hingga cuka. Untuk mendapatkan hewan berlendir ini pun cukup mudah, yakni dengan memotong pohon bakau yang telah mati dan memiliki ciri-ciri berlubang pada bagian batangnya.

Tarantula Goreng
Warga Kamboja sudah tidak asing lagi dengan sajian Tarantula goreng. Makanan dengan bahan utama laba-laba besar dan penuh dengan bulu ini disajikan tersebut dinikmati sebagai cemilan. Namun kini dikabarkan bahwa banyak pedagang yang mengeluh dengan ketersediaan tarantula yang semakin sedikit. Pasalnya hutan tempat hewan ini hidup telah beralih menjadi perkebunan. [fyi]


Apa Reaksi Anda?

Komentar