Ragam

Demi Menjaga Kesehatan, Pembelian Ayam dan Telur Kandang Baterai Dilarang

Pingpoint

Surabaya (beritajatim.com) Fenomena sebuah petisi yang bermunculan di Jakarta memunculkan kegaduhan bagi beberapa pihak. Isi dari petisi itu berasal dari www.change.org/AWIndonesia. Isinya adalah mereka meminta rantai restoran A&W berkomitmen untuk tidak membeli telur dari peternakan kandang baterai. Hal ini dikarenakan ada ribuan ayam yang dikurung di ruang sempit sehingga mereka agak kesulitan bergerak.

Langkah ini sudah dilakukan selama 30 hari sebagai bentuk inisiatif dari koalisi LSM Act For Farmed Animals. Mereka bukan hanya membagikan selebaran, namun stiker besar dengan gambar ayam di dalam kandang baterai yang ditempelkan di bagian belakang taksi online dan papan reklame. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah yang terjadi di beberapa titik Jakarta. Mereka memproyeksikan jika papan reklame ini dilihat oleh 390.000 orang setiap harinya.

Anggodaka selaku manajer kampanye e Act for Farmed Animals mengatakan jika A&W menyampaikan jika mereka menyediakan makanan cepat saji berkualitas tinggi dengan etos kerja yang baik.Maka dari itu, mereka meminta untuk lebih welas asih terhadap ayam dan berkomitmen untuk menggunakan telur bukan dari peternakan yang memperlakukan ayam seperti mesin. Mereka meminta kandang baterai harus ditinggalkan. Sebagai contoh, Burger King dan Unilever telah berkomitmen untuk mengakhiri jenis pengurungan hewan yang kontroversial.

Faktanya memang ada banyak restoran makanan cepat saji multinasional yang sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1985. Hingga saat ini sudah ada lebih dari 200 gerai di seluruh Indonesia.

Selain itu, Anggadoka menambahkan meskipun telah menyatakan komitmen terhadap rantai pasokan telur bebas kandang untuk operasi mereka di Kanada, namun kebijakan serupa tidak dilakukan untuk Asia. Seharusnya pelanggan Asia mendapatkan standar kualitas yang sama. Pasalnya, kandang baterai dianggap sebagai praktik ilegal dan kurang baik untuk kesehatan hewan di industri peternakan. Alasannya, karena ayam petelur tidak dapat memiliki kebebasan seperti berjalan bebas, melebarkan sayap, mematuk, dan bersarang.

Tentu saja, kurungan yang ekstrem membuat mereka menjadi frustrasi bahkan lebih rentan terhadap perkembangan penyakit yang menyakitkan seperti osteoporosis. Itulah tujuan khusus Act For Farmed Animals melakukan aksi dari mulai diskusi, negosiasi, dan kampanye penyadaran umum supaya perusahaan makanan besar mengadopsi kebijakan bebas kandang dalam rantai pasokan ayam baterai. [prd/esd]



Apa Reaksi Anda?

Komentar