Ragam

Dampak Lingkungan Industri Penerbangan

(Foto: Yousef Alfuhigi, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Industri penerbangan merevolusi cara manusia melakukan perjalanan. Berkat burung besi tersebut, manuisia bisa melakukan perjalanan dari satu benua ke benua lain, melintasi benua, lautan, dan samudera, dalam hitungan jam. Terlebih di masa ketika kita bisa melihat keindhan dan ragam wisata dunia dari internet. Keinginan untuk mengelilingi dunia pun semakin merata di masyarakat. Dan cara paling mudah dan cepat adalah dengan menggunakan pesawat.

Namun, industri ini ternyata juga menyebabkan banyak kerugian bagi lingkungan. Industri penerbangan mencemari laut, serta berdampak pada lingkungan, bahkan tanpa kecelakaan. Berikut adalah lebih banyak fakta tentang industri penerbangan dan dampak lingkungannya.

Penerbangan bukanlah ancaman utama bagi lingkungan, tetapi pasti berada di antara ancaman teratas. Industri melihat kendaraan raksasa terbang jarak jauh dan untuk durasi yang lama, sambil membakar galon bahan bakar dan melepaskan banyak gas rumah kaca.

Penerbangan bertanggung jawab atas sekitar 1 gigaton karbon dioksida di atmosfer setiap tahun. Menurut Badan Energi Internasional, manusia menambahkan sekitar 32,6 gigaton karbon dioksida ke atmosfer pada tahun 2017, yang berarti penerbangan bertanggung jawab atas sekitar 3% dari itu.

Faktanya adalah bahwa hanya sekitar 20% dari total populasi dunia yang menggunakan industri penerbangan dan sepertiganya berada di Amerika Serikat. Tindakan segelintir orang memengaruhi seluruh planet, penghuninya, dan generasi mendatang. Yang lebih menyedihkan adalah jumlah mereka yang terbang meningkat setiap tahun, yang berarti lebih banyak kerusakan lingkungan.

Apakah Mengemudi Lebih Baik Daripada Terbang untuk Lingkungan?

Secara meyakinkan, jawaban untuk ini adalah TIDAK. Jumlah jet, helikopter, balon udara, dan pesawat terbang di bumi tidak sebanyak jumlah kendaraan di darat. Ada sekitar 1,32 miliar mobil, truk, dan bus di seluruh dunia pada tahun 2016, dan angka ini tidak termasuk kendaraan off-road atau alat berat.

Bandingkan dengan sekitar 23.600 penumpang dan pesawat dengan 2.500 lebih dalam penyimpanan pada tahun 2017, dan lebih dari 150.000 pesawat di dunia sepanjang sejarah. Bahkan tanpa melihat jumlah gas rumah kaca yang dipancarkan setiap hari, jelas kendaraan darat harus menghasilkan lebih banyak daripada pesawat. (rad/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar