Iklan Banner Sukun
Ragam

Dampak Buruk Menangis Semalam untuk Kesehatan

Ilustrasi orang yang menangis semalaman. (Unplash, Claudia)

Surabaya (beritajatim.com) – Menangis merupakan bentuk dari manusia meluapkan perasaan yang dialami dalam hati. Biasanya perasaan tangis muncul karena adanya momen kehilangan seseorang, bentuk emosi kesedihan.

Air mata yang keluar atau biasanya kita sebut dengan tangisan merupakan respons alami saat meluapkan emosi pada diri manusia. Namun, tanpa disadari emosi yang diluapkan secara mendalam dapat menimbulkan efek yang kurang baik pada tubuh.

Dampak Buruk Menangis Semalam untuk Kesehatan

Ketika menangis, otot-otot pada wajah dan mata mengalami kontraksi. Apabila menangis terlalu keras dalam jangka waktu yang lama, maka dampaknya akan semakin besar seperti nyeri kepala dan mata membengkak.

Sakit kepala saat menangis disebabkan oleh adanya stres atau tekanan emosi yang dialami. Dampak lanjutannya adalah migrain atau tension-type headache.

Munculnya air mata karena situasi emosional dengan tekanan, kemudian melepaskan hormon stres bernama kortisol yang mengarah ke peradangan sehingga memicu sakit kepala dan neuropeptida nyeri.Sakit kepala yang dialami karena air mata dari kesedihan dalam jangka panjang.

Bukan hanya sakit kepala, menangis memberikan dampak negatif lain seperti mata bengkak dan iritasi, hidung tersumbat, bahkan sakit leher dan rahang. Nyeri leher dan rahang sering disebabkan oleh ketegangan dan kekakuan otot leher dan wajah dalam waktu lama.

Adapun jika seseorang menangis dengan jangka waktu yang sangat lama, ini memberikan dampak negatif lain pada kesehatan fisik hingga masalah lebih serius khususnya pada kesehatan mental, seperti depresi.

Dari penelitian National Institute of Mental Health di Amerika Serikat, depresi berkaitan pada tingkat lebih tinggi dalam memicu penyakit kardiovaskular, diabetes, stroke, dan penyakit alzheimer hingga berakhir fatal.

Walaupun terlihat parah, tapi menangis tetap memberikan efek yang baik untuk kesehatan karena memberikan bantuan dalam menghilangkan hormon stres pada tubuh.

Selain itu, ketika menangis, detak jantung dan pernapasan melambat sehingga kita merasa lebih tenang. Kemudian seusai menangis, kita mengalami peningkatan mood, membantu orang dalam melepaskan dan mengekspresikan emosi yang tertahan dalam dirinya (PRD/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar