Iklan Banner Sukun
Ragam

Crab Mentality yang Harus Dihindari Mahasiswa Tingkat Akhir

Ilustrasi mahasiswa semester akhir. (Akson, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Crab mentality merupakan pola pikir yang mengharuskan untuk bersama layaknya kepiting dalam ember. Namun kebersamaan ini bukan dalam artian positif, melainkan dalam konotasi negatif.

Misalnya seperti, “Jika aku tidak bisa memilikinya, maka kamu harus sama tidak bisa.” Jadi, kamu akan terus diajak ke tempat dimana kamu tidak sebenarnya tidak ingin akan hal itu.

Biasanya, crab mentality diasosiasikan dengan sikap solidaritas. Contoh sederhananya seperti omongan yang sering Anda temukan di masa perkuliahan. “Masuk masuk bareng, lulus nggak bareng!”

Crab mentality bisa berdampak buruk. Anda bisa jadi takut saat teman memperoleh sesuatu yang tidak atau belum bisa Anda dapatkan.

Kamu juga akan menjadi sosok living in the bubble atau hidup dalam gelembung yang tentu tak akan membuat tumbuh karena hanya akan fokus pada orang lain dan selalu membandingkan dengan apa yang Anda miliki.

Agar tidak terjebak dalam crab mentality ini Anda harus berusaha dengan beberapa hal berikut.

1. Belajar memahami dan menghargai proses serta waktu

Anda tidak perlu menunggu atau selalu bersama-sama dengan orang lain. Karena proses yang Anda lakukan tentu berbeda dengan orang lain. Begitu juga dengan waktu yang Anda butuhkan, atau waktu yang jadi prioritas tidak bisa disamakan dengan orang lain.

2. Pahami jika Anda tidak bersaing dengan siapapun

Anda tidak sedang bersaing, atau melakukan kompetisi dengan siapa pun. Tidak ada hal yang perlu dimenangkan, tidak ada juga hal yang perlu dikerjakan secara terburu-buru. Cukup fokus pada diri sendiri, dan jangan terlalu membandingkan diri dengan orang lain.

3. Fokus kepada keinginan dan tujuan diri sendiri

Keinginan kamu dan orang lain tentu berbeda. Begitu juga dengan tujuan pasti berbeda satu orang dan yang lain. Oleh sebab itu tidak perlu fokus pada mimpi orang lain, fokuslah pada mimpi sendiri.

4. Turut berbahagia atas pencapaian orang lain dan juga diri sendiri

Terakhir agar Anda tidak mengalami crab mentality berbahagialah pada pencapaian orang lain, bukan justru iri. Anda juga layak bahagia atas keberhasilan diri sendiri dengan berbagai caranya.

Crab mentality alias mental kepiting tidak tepat diterapkan pada mahasiswa tingkat akhir. Apalagi tujuan dan misi seseorang dan orang lain jelas berbeda. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar