Iklan Banner Sukun
Ragam

Cara UMKM Batik Dapat Modal hingga Bisa Mejeng di Luar Negeri

Ilustrasi batik yang bisa mendapatkan kesempatan pasarkan batik hingga internasional (Foto kain batik dari John Bastian/Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Suasana Hari Batik Nasional masih terasa hingga beberapa hari setelah diperingati pada 2 Oktober setiap tahunnya. Pasalnya, meskipun puncak beragam acara yang berhubungan dengan batik diselenggarakan pada hari batik, namun prakteknya masih kita rasakan di kehidupan sehari-hari.

Hal ini tidak lepas dari peran pelaku UMKM batik yang terus mendorong dan mengkreasikan batik menjadi produk yang berkualitas tinggi. Di era modern ini, produsen batik memang diarahkan untuk bisa memasarkan produknya mengikuti perkembangan zaman, bahkan hingga menembus pasar internasional.

Agar bisa mencapai level penjualan ini, UMKM batik harus mengikuti perkembangan dan bimbingan dari pemerintah. Kita bisa mengeceknya melalui program UMKM yang digagas pemerintah. Salah satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pupuk Indonesia (Persero) yaang memiliki 23 binaan UMKM batik di berbagai daerah.


Dikutip, SVP Umum dan TJSL Pupuk Indonesia, Yana Nurahmad Haerudin menjelaskan “Saat ini ada terdapat sekitar 23 unit UMKM bidang usaha batik yang menjadi mitra binaan sejumlah anak perusahaan kami di berbagai daerah,” pada Senin (3/10/2022).

Selain sebagai memperingati hari batik, program ini ada untuk mendukung pemulihan ekonomi, serta upaya untuk melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh dunia sekaligus untuk.

Pembinaan UMKM batik ini, juga sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang menekankan pentingnya UMKM dalam perekonomian nasional. Dapat dilihat bahwa UMKM merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di berbagai umur.

Terdapat empat anak usaha Pupuk Indonesia yang memiliki mitra binaan yang bergerak di bidang usaha batik, antara lain PT Petrokimia Gresik (11 mitra binaan), PT Pupuk Kalimantan Timur (9 mitra binaan), PT Pupuk Sriwidjadja Palembang (2 mitra binaan), dan PT Pupuk Kujang Cikampek (1 mitra binaan).

Bentuk pembinaan ini melalui pemberian bantuan modal, pendampingan, hingga pemasaran produk batik. Pembinaan juga didapatkan melalui partisipasi dalam sejumlah event pameran, pelatihan pemasaran secara online, hingga pembuatan website, dan sebagainya, baik tingkat nasional maupun internasional.

Bagi kalian, pelaku UMKM batik yang ingin mendapatkan binaan, bisa dimulai dengan mengakses link pendaftaran UMKM yang disediakan di PT Pupuk Indonesia (Persero). Atau juga bisa melalui akses situs www.linkumkm.id. Di dalamnya terdapat lima fitur utama, seperti Rumah BUMN, UMKM Media, UMKM Smart, Komunitas, serta Etalase Digital. Mereka pun dapat langsung meletakkan produk atau jasa pada etalase digital. (Kai/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar