Iklan Banner Sukun
Ragam

Cara Orang Tua yang Salah Mendidik Anak, Nomor Dua Paling Sering

Ilustrasi cara orang tua yang salah dalam mendidik anak (Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Mendidik anak tentu tidak semudah yang dibayangkan. Para orang tua tak hanya menguras waktu dan tenaga, namun juga perlu kesabaran yang ekstra. Jika tidak sabar menghadapi perangai anak, hal ini justru dapat mempengaruhi mereka dalam mendidik yang salah.

Dalam banyak kasus, beberapa di antaranya merupakan cara yang salah yang dilakukan para orang tua dalam mendidik anak, seperti;

Sering mengatakan hal-hal kasar dan tidak pantas

Sebagai orang tua tentu perlu memberikan contoh pada anak dengan mengucapkan hal-hal yang baik. Namun, tak sedikit dari mereka justru kerap mengucapkan kata atau kalimat kasar, seperti makian hinga sumpah serapah.

Selain dapat merusak sel otak anak, ucapan-ucapan tersebut juga bisa membuat anak trauma berkepanjangan. Padahal, terlepas dari itu, masyarakat percaya bahwa ucapan adalah doa.

Membandingkan anak

Membanding-bandingkan anak dengan anak yang lainnya juga merupakan cara mendidik yang salah. Alih-alih membuat anak bisa lebih baik, justru hal ini dapat membuatnya tak percaya diri. Bahkan, cara seperti ini juga bisa membuat kepercayaan anak pada orang tua jadi luntur.

Menasehati anak di depan orang lain

Siapapun pasti akan merasa tidak nyaman jika seseorang menasehati kita di depan umum. Begitu juga yang dialami anak ketika orang tuanya menasehati atau bahkan memarahinya seperti demikian.

Anak akan merasa sangat malu karena tampak bodoh di depan orang lain. Tak menutup kemungkinan juga, jika ia sampai merasa kehilangan harga dirinya.

Menuntut anak seperti keinginan orang tua

Setiap anak tentu memiliki keinginan dan harapan sendiri dalam hidupnya. Tak ayal jika ada orang tua yang terlalu menuntutnya untuk selalu mendapat nilai terbaik dan sejenisnya. Bahkan tak sedikit juga yang tidak mentolerir kegagalan yang dialami sang anak. Hal ini tak ayal justru hanya akan membuat anak tertekan, stres, hingga depresi.

Jarang interaksi dengan anak

Orang tua yang jarang sekali mengajak berinteraksi tentu saja dapat membuat anak jadi merasa tidak diperhatikan. Hal ini tentu dapat mempengaruhi psikis anak secara tidak langsung. Terlebih jika jarang berinteraksi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Enggan meng-upgrade diri untuk belajar mendidik anak yang benar

Hubungan antara orang tua dan anak bisa menjadi sangat rumit, terlebih jika ibu maupun ayah enggan meng-upgrade diri untuk mempelajari cara mendidik anak yang benar, bahkan dengan ilmu parenting terkini. (Fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar