Iklan Banner Sukun
Ragam

Cara Mudah Mendeteksi Kanker Payudara pada Tahap Awal

Ilustrasi kanker payudara yang sulit disembuhkan. (sumber: unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Penyakit yang termasuk ganas adalah kanker payudara. Bentuk dari kanker payudara adalah tumor yang tumbuh dalam jaringan payudara. Seringkali, kanker ini muncul pada kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak hingga jaringan ikat pada payudara. Sebenarnya, gejala kanker payudara berbeda-beda bahkan sebagian besar orang tidak mengalami sama sekali.

Di Indonesia, kasus kanker payudara di Indonesia merupakan salah satu penyebab kematian pertama akibat kanker bahkan jumlah pasiennya berada pada urutan terbanyak. Kasus kanker payudara mencapai 68.858 kasus dari total 396.914 kasus baru kanker.

Sedangkan mengenai jumlah kematian mencapai lebih dari 22.000 jiwa kasus. Jadi, 70 persen sudah terdeteksi sudah di tahap lanjut hingga berada pada tahap awal namun, kematiannya bisa ditanggulangi. Ada sekitar 43 persen kematian karena kanker dapat sembuh jika pasien rutin berobat dan mendeteksi dini sehingga menghindari faktor resiko penyebabnya.


Tapi apakah sebenarnya gejala awal kanker payudara? Pada umumnya, ada kemunculan benjolan tanpa rasa sakit di payudara. Walaupun demikian, seperti yang disebut sebelumnya ada beberapa tidak memiliki tanda atau gejala sama sekali.

Pasalnya, pada tahap awal kanker payudara kemungkinan benjolan berukuran kecil bahkan tak terlihat dengan sentuhan atau mata telanjang. Maka dari itu, pemeriksaan kanker payudara membutuhkan mammogram.

Gejala lain yang mungkin terjadi adanya perubahan pada kulit seperti pembengkakan, kemerahan atau perbedaan lain yang terlihat pada satu atau kedua payudara.

Kemudian, adanya peningkatan ukuran pada perubahan bentuk payudara seperti kedua puting terlihat berbeda Selain itu, ada kemunculan cairan dari puting selain ASI bukan hanya itu, kemungkinan rasa nyeri pada bagian manapun dari payudara. Lalu, payudara terasa ada benjolan atau nodus pada bagian dalam payudara

Kemudian, kanker payudara lebih invasif sehingga memunculkan sejumlah gejala seperti payudara teriritasi atau gatal, perubahan warna, peningkatan ukuran atau bentuk payudara dalam waktu singkat.

Bentuk payudara besar kemungkinan lebih keras, lembut bahkan terasa hangat saat disentuh. Gejala yang mungkin terjadi lainnya, ada pengelupasan pada bagian puting, muncul benjolan atau penebalan payudara dan kemerahan. Disamping itu, adanya akibat eksem dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika itu terjadi, lebih baik lakukan pemeriksaan. (PRD/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar