Iklan Banner Sukun
Ragam

Cara Bertahan di Tengah Keluarga yang Tidak Cocok dengan Kita

pexels.com

Surabaya (beritajatim.com) – Galau karena merasa resah, gulana dan kesal karena tidak mampu berbuat apa-apa saat mempunyai masalah dengan keluarga. Terkadang ketika tidak punya teman curhat yang siap mendengarkan keluhan anda, anda bingung harus menahan sedih dan marah sendiri. Berikut ini adalah cara bagaimana Anda bisa bertahan di tengah situasi yang seperti itu.

Diri sendiri sebagai prioritas utama
Yang dimaksudkan disini adalah bukan berarti anda harus menjadi egois tapi dalam situasi tertentu konflik di rumah membuat anda merasa frustrasi. Kemudian bagaimana saat-saat itu berpikir jernih?. Disituasi saat ini yang anda butuhkan adalah memprioritaskan diri anda dulu seperti makan sehat, tidur cukup, olahraga atau main dan keluar rumah sebentar.

Mulai mencoba mandiri
Kebanyakan dari kita merasa bahwa kok semuanya diatur ya? Mungkin sama kakak, orang tua, atau kakek nenek. Contohnya saja seperti mencuci baju, atau sepatu. Nah coba untuk saat ini kurangi bergantung dengan orang tua usahakan untuk memenuhi kebutuhan mandiri Anda pelan-pelan karena terkadang ada sebagian orang tua yang bisa menggunakan kontrol nya karena anak masih banyak bergantung.

Pentingnya support system dari luar rumah
Bangunlah hubungan yang sportif dari lingkungan pertemanan atau komunitas yang ada di sekitar yang bisa menjadi tempat bercerita Anda.

Pilih topik dengan bijak kalau bercerita
Sesekali hindarkan diskusi dengan topik yang kira-kira berat di respon orang tua, karena disituasi tertentu ini merupakan awal mula perdebatan dan merasa semakin sulit untuk berada di fase sehat mental.

Mereka tak bisa mengubah Anda, begitu juga mereka
Jangan sesekali mencoba untuk mengubah orang tua. Anda sendiri sudah tahu kan bagaimana sulitnya mengubah kekurangan?

Bijak menggunakan waktu bersama
Bukan menyarankan Anda untuk tidak menghabiskan waktu bersama mereka hanya saja waktu untuk menyenangkan diri diras sudah cukup jadi energinya tidak langsung habis ketika menghabiskan waktu bersama keluarga.

Walaupun perasaanmu sedang kacau dicoba untuk jangan sebut mereka toxic, ya memang mungkin tidak cocok saja. Sesekali coba pahami dan mengerti kalau mereka juga seperti kita yang masih banyak kekurangan. Mereka masih sebagai manusia yang diam-diam masih suka kecewa sama diri sendiri, dan juga berusaha yang terbaik untuk keluarga. Jangan sampai karena emosi kita jadi lupa sama kebaikan mereka dalam hidup kita. [ptr/bj0]


Apa Reaksi Anda?

Komentar