Ragam

Butterfly Effect: 3 Hal Remeh yang Mengubah Nasib Dunia

Ilustrasi Butterfly Effect yang bisa mengubah dunia karena hal remeh. (Sumber foto: Fleur, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Butterfly Effect merupakan sebuah fenomena yang menduga bahwa perubahan kecil, ternyata bisa mempengaruhi dan punya efek yang lebih besar, atau bahkan gak terduga sama sekali.

Istilah ini pertama kali digunakan oleh Edward Norton Lorenz, seorang Meteorologis yang memiliki pemikiran jika kepakan sayap kupu-kupu di hutan Brazil, secara teoritis memicu tornado di Texas beberapa bulan kemudian.

Ternyata, peristiwa besar di dunia karena Butterfly Effect tidak hanya terjadi sekali saja. Berikut ini rentetan beberapa peristiwa yang sebenarnya remeh namun menciptakan sejara yang besar.

Titanic Tenggelam karena Kunci Loker yang Hilang

Ternyata, kunci loker kapal Titanic ini ada di kantong David Blair. Penanggungjawab Titanic yang lupa memberi kuncinya sebelum digantikan oleh orang lain.

Kata Fred Fleet, salah satu kru yang bertugas sebagai pemantau di gunung es, jika kunci tersebut ada, ia bisa mengambil teropong dan Titanic mungkin saja tidak akan tenggelam.

Jerman Kehilangan Normandia Karena Perayaan Ulang Tahun

Komandan Erwin Rommel penjaga Normandia di garis pantai Perancis kala itu mengatakan jika cuaca sedang buruk tidak mungkin ada serangan.

Akhirnya, ia pulang untuk merayakan ulang tahun istrinya. Tapi, justru saat itu juga sekutu menyerang. Akhirnya, pantai tersebut berhasil direbut oleh sekutu.

Surat dan Perang Vietnam

Kala itu, sang Presiden AS mendapat sepucuk surat. Layang itu berasal dari seorang pemuda pendukung sosialis yang minta waktu untuk bertemu dengannya. Pemuda itu ternyata adalah Ho Chi Minh. Kala itu ia masih berpikiran terbuka terhadap ide-ide yang berseberangan.

Ho Chi Minh ingin kemerdekaan Vietnam. Ia terinspirasi dengan teks deklarasi kemerdekaan AS atau American Declaration of Independence.

Ia berharap Presiden Amerika Serikat bersimpati dengan nasib Vietnam, dan membantu mereka memenangkan kemerdekaan dari Perancis.

Namun, penolakan itu meninggalkan luka di hati Ho Chi Minh. Ia kemudian pergi ke Uni Soviet. Saat Vietnam merdeka dari Prancis, Ho Chi Minh jadi pemimpin kelompok komunis yang akhirnya membagi negaranya menjadi dua kubu. Perang Vietnam pun berkobar.

Peristiwa kecil itu telah menjadi pengubah sejarah yang mungkin jarang diketahui oleh banyak orang. (dan/ian)

Apa Reaksi Anda?

Komentar