Ragam

Buku Non Fiksi yang Seru Dibaca untuk Akhir Pekan

Ilustrasi (foto : Kyle Gregory Devaras, Unsplash)

Surabaya – (beritajatim.com) – Buku fiksi memang menyajikan gaya yang santai. Banyak orang hobi membaca yang lebih menyukai bacaan fiksi. Selain bahasa yang menguak kesadaran, ada alur, juga unsur seru. Buku fiksi menyajikan kenyataan sekaligus imajinasi.

Sebaliknya, buku non-fiksi terkesan lebih kaku. Buku non-fiksi hanya digemari orang tertentu yang punya kepentingan. Jarang sekali ditemukan buku non-fiksi yang seru untuk dibaca. Bahasanya yang cukup kaku membuat pembaca kurang suka dengan buku non-fiksi.

Namun, buku-buku berikut seolah menafikan anggapan umum. Buku non-fiksi yang biasanya kurang asyik, terbaca sangat asyik dalam narasi di beberapa buku. Apa sajakah buku itu?

Parade Hantu Siang Bolong, Titah AW

Buku ini berisi 16 reportase jurnalistik-sastrawi. Pembaca akan disodori beragam informasi tentang mitos dan serangkaian hal-hal ganjil, yang mungkin dekat dengan kita.

Penulis berusaha mengkomparasikan dua tema yang seolah berjarak, namun kenyataannya begitu lekat di keseharian. Dari puncak gunung Langgeran yang sunyi, hingga riuhnya pentas kesurupan massal di daerah Banyumas.

Dari perburuan pusaka leluhur, hingga konferensi alien tahunan. Dari tinder ala jawa, hingga teror klitih yang merajai jalanan malam Yogyakarta. Bagai parade, satu per satu tampil membentuk realitas yang kompleks dan kerap di luar nalar. Tema tema yang diangkat sangat seru untuk dibaca.

Affair Obrolan Urban, Seno Gumira Ajidarma

Meski berangkat tahun yang cukup lama, bahkan ada yang dibuat pada awal tahun 2000, topik dan pembahasanya masih relevan, terutama bagi manusia yang Seno sebut Homo Jakartensis (sebutan dalam buku ini untuk manusia Jakarta).

Buku ini mengulas berbagai sisi kota Jakarta beserta orang-orang yang menghuninya. Itulah para Homo Jakartensis, manusia Jakarta, sosok-sosok yang mengembara dalam pencarian, dalam sebuah kota yang telah menjadi situs pasar wacana, dengan pilihan yang terus menerus berganti.

Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda, Ernst H. Gombrich

Ditulis dengan gaya bertutur atau obrolan yang akrab, Ernst H. Gombrich-sang penulis-berhasil membuat sejarah jadi lebih menyenangkan dan asyik untuk ditelusuri.

Sebuah karya yang tak lekang dimakan zaman, membawa pembaca menyusuri sejarah panjang dan berliku umat manusia. Dicekal oleh rezim Nazi Jerman pada zamannya, buku ini terus memukau pembaca muda dan dewasa dari generasi ke generasi dan telah diterjemahkan ke lebih dari dua puluh bahasa.

Muslimah yang Diperdebatkan, Kalis Mardiasih

Narasi yang ditulis Kalis dalam buku ini berfokus kepada tubuh, kerudung, kemanusiaan, dan religiusitas perempuan.

Kalis Mardiasih mulai dikenal publik ketika tulisannya yang berjudul “Sebuah Curhat Untuk Girlband Hijab Syar’i” terbit di situs Mojok.co dan dibagikan lebih dari 17 ribu kali. Sejak saat itu Kalis rajin menulis dan tulisannya tak pernah bergeser dari isu keperempuanan. Buku ini semacam pembelajaran santai memahami feminisme. [dan/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar