Ragam

Bonsai, Si Kecil yang Aduhai Lahir di Tiongkok Besar di Jepang

Tieu Bao Truong, Pexels
Surabaya (beritajatim.com) – Bagi penggemar tanaman tentunya tak asing lagi dengan istilah bonsai. Tanaman  yang dikerdilkan atau dibuat agar tidak tumbuh tinggi namun memiliki nilai estetika. Harga bonsai sangat fantastis dari puluhan ribu sampai ratusan juta rupiah.
Teknik mengkerdilkan tanaman ini berasal dari negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Bonsai merupakan kata serapan dari bahasa Mandarin yaitu pen-zai yang berarti (pen=pot dan zai=pohon), sebelumnya dikenal dalam bahasa Jepang disebut “Hachi-no-ki ” = Pohon di dalam Pot. Tanaman kerdil ini ternyata memang sudah ada sejak jaman kerajaan Tiongkok, dimana seni ini dinamakan Penjing (Pinyin). Pen = Wadah dan Ying= Panorama Alam.
Asal muasal tanaman bonsai ini berdasarkan mitologi ialah pada zaman dulu diceritakan ada seorang ahli sihir yang bernama Jiang Feng, ia memiliki kemampuan sihir sehingga apa saja yang disihir olehnya akan menjadi kecil. Dan seorang pujangga di jaman dinasti Yuan bernama He-Nian pun juga sudah menulis beberapa puisi mengenai penjing dan salah satu kalimatnya telah menjadi kredo yaitu “yang terkecil menjadi yang terbesar “.
Seni bonsai hanya populer di Dinasti Qing dan dicintai oleh pejabat tinggi dan biksu, tetapi telah dikenal sejak Dinasti Tang. Dan Terkadang lomba seni Penjing diadakan setiap tahunnya.
Namun meski berawal di Tiongkok, justru Jepanglah yang pertama kali memperkenalkan bonsai pada dunia internasional. Dalam acara Expo Dunia di Paris tahun 1867. Bonsai dikembangkan juga oleh para Biksu aliran Tao. Adapun Seni Penjing ini juga dinilai sebagai lambang keseimbangan serta keharmonisan manusia dengan alam.
Inilah nilai dari mempertahankan seni Penjing, yang bisa mereka peroleh secara tidak langsung namun membawa kepuasan batin yang tak tergantikan. Para biksulah yang membawa tanaman Penjing ini ke Jepang dan akhirnya mengubahnya menjadi seni bonsai.
Harga bonsai di Jepang sangat mahal bahkan lebih mahal dibanding China atau Taiwan. Karena yang dijual tidak hanya seni mengkerdilkan dan estetika tanaman namun juga sejarahnya. [ptr/esd]

Apa Reaksi Anda?

Komentar