Iklan Banner Sukun
Ragam

Bernilai Tinggi, Larva Ini Bisa Dijadikan Lahan Bisnis

(Foto: Snapwire, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Rasanya pasti menyebalkan jika ada lalat di rumah kita. Apalagi jika mereka terus-menerus mengerubungi makanan yang ada di dapur. Kita pun sering mendapati ada larva atau semacam cacing kecil yang muncul di buah atau tumpukan makanan sisa. Kata pertama pasti jijik.

Namun, ada pula larva atau belatung lalat yagn memiliki nilai ekonomis tinggi. Ia berasal dari jenis lalat black Soldier fly (BSF). Walaupun dikelompokkan sebagai lalat, BSF tidak hinggap di sampah dan tidak membawa penyakit. Berbeda dengan larva lalat hijau dan lalat hitam yang menyebarkan penyakit.

Di beberapa bidang pertanian dan peternkan, lalat ini sudah jamak digunakan untuk membantu proses penyuburan tanah dan mengurai kompos. Ia juga banyak dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak unggas. Dengan Memberi larva BSF ini sebagai pakan ikan bisa meningkatkan budidaya ikan karena termasuk umpan harga relatif murah dibandingkan pelet. Sedangkan untuk pakan ternak maggot bisa mempercepat kenaikan Bobot pernah karena protein maggot sangat banyak.

Manfaat maggot BSF ini juga mampu membantu dalam permasalahan sampah organik yang menggunung, Adapun cara membudidayakan maggot BSF juga cukup mudah. tidak perlu menggunakan teknik khusus, Jadi siapa pun bisa melakukannya. membudidayakan maggot BSF juga tidak menyita waktu yang banyak atau sering dikontrol. Dan lahan merawat Maggot juga tidak harus luas, bisa menyesuaikan tempat serta tidak ada minimal luas area yang ditentukan untuk membudidaya Mogot.

kegunaan Larva BSF selain pakan ternak namun juga dipercaya mampu membunuh dan menekan populasi bakteri jahat seperti Salmonella dan coli. Larva BSF ini mengandung protein dan lemak tinggi, begitupun sisa kotoran dari Larva BSF ini juga bisa dijadikan pupuk organik yang padat maupun pupuk organik cair.

Sementara itu, Larva BSF yang baru menyelesaikan tugas mengurai sampah organik tersebut dalam tiga hari ke depan akan bermetamorfosis menjadi sebuah perupa, dimana Perupa ini memiliki kandungan protein hingga 40% dan lemak 35% yang selalu menjadi favorit bagi para peternak ayam dan lele. (ptr/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar