Iklan Banner Sukun
Ragam

Benarkah Upcycling Jadi Langkah Sederhana Jaga Bumi?

Ilustrasi upcycling fashion yang dianggap sebagai cara menjaga bumi dari limbah. (Sumber foto: Artem Beliaikin, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Tanpa kita sadari, saat ini bumi banyak mengalami hal yang tak terduga. Hal inilah yang membuat kita harus lebih peka dan peduli terhadap keselamatan bumi.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah upcycling. Istilah ini memiliki artian bahwa memaknai baju sebagai sesuatu yang harus baru. Namun, kita bisa ‘menghidupkan’ baju-baju lama alias upcycling.

Memang benar, mungkin setiap musim memiliki trend mereka masing-masing. Tentu saja, membuat orang-orang yang ingin mengikuti trend menjadi konsumtif. Walaupun sebenarnya, hal ini membuat kita menimbun sekitar 90 juta ton sampah fashion di bumi.

Dari sampah fashion yang ada kita bisa membuatnya menjadi sesuatu lebih bermakna dan menarik sehingga bisa digunakan kembali. Ini yang membuat upcycling mulai menjadi sesuatu yang kembali eksis.

Secara umum, memang upcycling tidak berbeda jauh dengan recycling karena keduanya sama-sama menciptakan sesuatu yang baru dari barang-barang bekas. Hanya saja, upcycling sifatnya lebih ke memodifikasi barang sehingga tetap mempertahankan bentuk asli barang.

Penting untuk menumbuhkan kesadaran sustainable fashion sehingga sampah pakaian bisa berkurang. Saat ini, sudah ada berbagai cara yang dilakukan seperti swab/bertukar baju, rental seperti Style Theory. Rental, thrifting hingga upcycling naik.

Sustainable fashion sudah menyebar dengan cukup masif. Walaupun perlu disadari bahwa pergerakan upcycling baju tidak semasif pemanfaatan limbah plastik.

Sebenarnya, hampir sama dengan pembelian sedotan stainless steel, membawa botol minum untuk mengurangi gelas plastik dan pemakaian tas belanja sehingga bisa dipakai ulang. Secara kuantitas, sampah plastik di Indonesia memang lebih banyak dibandingkan dengan fashion.

Disamping itu, brand-brand fast fashion masuk Indonesia dapat dikatakan terlambat. Dahulu, orang membeli baju di Singapura dan Hongkong, sedangkan thrifting belinya branded fashion karena memang perkembangan fashion di Indonesia sedikit terhambat.

Sedangkan, konsep mode berkelanjutan memang sudah sejak lama ada di dunia mode Barat. Namun, masuk masuk ke Indonesia baru di 5-7 tahun ini.

Dampak besar dari perubahan kecil melakukan upcycling

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Upcycling menjadi suatu tindakan untuk mengurangi sumbangan sampah fashion. Mulai dari mengumpulkan baju-baju tak terpakai kemudian dikreasikan kembali menjadi baju baru, tas belanja, atau aksesori lain. (PRD/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar