Iklan Banner Sukun
Ragam

Benarkah Kehidupan Anak Kos Penuh Kebebasan? Ternyata Bisa Jadi Cara Pendewasaan

Ilustrasi anak kos yang sedang belajar. (Freepik)

Surabaya (beritajatim.com) – Kebanyakan orang menganggap jika menjadi anak kost perantauan memberikan kesan yang bermakna dalam hidup baik suka maupun duka. Selain itu, sebutan anak kos biasanya diberikan pada mahasiswa atau pekerja perantauan.

Nyatanya ada berbagai fenomena mengenai kehidupan anak kost. Bukan hanya tentang cara mereka harus bertahan hidup dengan keadaan yang berjauhan dengan keluarga. Namun, ini tentang cara menjalani kehidupan dengan sebuah kata yang disebut dengan kebebasan.

Awal seseorang memilih untuk ngekos, tentu ada tujuan mereka masing-masing. Kebanyakan dari mereka pergi ke kota perantauan untuk belajar atau bekerja. Karena jarak yang jauh dari rumah, akhirnya kos menjadi solusi terbaik.


Tujuan supaya pengeluaran untuk transportasi lebih minim. Maka dari itu, ketika berada di sebuah kota baru atau perantauan perlu adanya adaptasi dengan keadaan atau lingkungan baru.

Perasaan yang sebagian muncul pada seseorang saat pertama kali kos adalah perasaan sepi. Walaupun disisi lain, mereka menjadi lebih bebas tanpa ada yang mengekang atau mengatur. Kebebasan merupakan sesuatu yang banyak diinginkan sebagian orang.

Memasuki fase menjelang dewasa, kita akan mulai memahami diri sendiri. Dari pola pikir kemungkinan berubah dibandingkan saat remaja. Biasanya ketika remaja menjelang dewasa akan muncul pertentangan dengan prinsip tertentu. Prinsip yang dulunya sudah tertanam dari orang tua.

Saat ngekos, kebebasan menjadi hal diinginkan. Jika dirumah masih ada otoritas orang tua, namun ketika tinggal sendiri, tanggung jawab hidup kita adalah diri sendiri. Kita bisa melakukan apapun bahkan bertentangan dengan norma maupun prinsip yang ada.

Kebebasan yang sering dilakukan anak kos adalah pulang malam tanpa omelan orang tua. Kita bebas pergi mau pulang semaunya, kemudian bangun dan tidur seenaknya.

Tapi, inilah fase menuju dewasa. Satu langkah atau kebiasaan buruk yang dilakukan akan mempengaruhi kehidupan selanjutnya. Ingat, bahwa meskipun berada dalam kebebasan yang malah menjerumuskan pada sesuatu hal buruk.

Intinya, saat kebebasan diberikan, tanggung jawab menjadi semakin besar dan perlunya pengendalian diri dengan bijak. (PRD/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev