Iklan Banner Sukun
Ragam

Belajar Sepak Bola dari Gim Football Manager Mobile

Tangkapan layar gim Football Manager 2021 (foto : istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Dirilis pertama kali dengan nama Championship Manager (CM) pada 1 September 1992, Football Manager (FM) merupakan gim simulasi manajer sepak bola terbaik di dunia. Awalnya ia dirilis untuk konsol Amiga dan Atari, lalu beralih ke komputer segera setelah itu.

Gim ini dirancang oleh Collyer bersaudra, Paul Collyer dan Oliver Collyer. Pertama kali di buat, permainan ini difokuskan pada keputusan managerial sebuah tim sepak bola alih-alih memberikan gameplay yang menarik. Collyer bersaudara kemudian membentuk perusahaan mereka sendiri, Sport Interactive (SI), untuk mengembangkan gim ini.

Namun, pada 2004 mereka malah kehilangan ha katas nama Championship Manager akibat perpecahan dengan perusahaan penerbit Eidos. Mereka lalu bekerja sama dengan Sony dan membuat Football Manager. Bersama dengan Sega, mereka lalu merilis FM pertama pada tahun 2004.

Mula-mula, CM hanya berisi klub-klub dari Inggris saja, tepatnya berisi tim sepak bola dari empat divisi tertinggi di Liga Inggris. Namun setelah beralih menjadi FM jumlah tim sepakola yang ada di dalamnya terus berkembang. Hingga saat ini sudah ada ribuan klub dari 12 negara yang tersedia di gim ini.

Sebagai sebuah gim simulasi manajer sepak bola, FM cukup memberikan manfaat bagi kita yang memainkannya. Football Manager dapat menambah wawasan kita tentang dunia manajerial di sepak bola. Tidak heran FM dipakai sungguhan oleh para pemandu bakat. Bahkan gim ini sampai dipelajari di sekolah.

Tentunya kita dapat belajar dan merasakan tekanan sebagai seorang manajer dalam mengurusi suatu kesebelasan.

Belajar Menentukan Strategi yang Tepat

Ketika bermain FM, kita akan diberikan kebebasan untuk menentukan tim sepak bola mana yang akan kita latih. Di sana, kita diberi wewenang untuk mengelola tim tersebut layaknya seorang pelatih kepala. Mulai dari menentukan taktik permainan, jenis-jenis latihan, pola permainan, kerapatan pemain ketika menyerang seperti apa, ketika bertahan bagaimana, sampai bagaimana klub mengelola keuangan dan melakukan belanja pemain.

Untuk mencapai kesuksesan dan mendapatkan trofi juara, tentunya diperlukan strategi bermain yang baik. Entah itu disesuaikan dengan selera dan keinginan kita, atau sesuai dengan kondisi pemain yang ada di kesebelasan kita.

Dari Football Manager, kita dapat belajar menerapkan strategi di sepak bola. Kita dapat menentukan apakah kesebelasan kita akan bermain menyerang atau bertahan, akan bermain terbuka atau rapat. Setelah itu kita bisa mengatur taktik agar strategi kita dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Jika kita memiliki skuat yang ternyata kualitasnya tidak cukup mumpuni untuk bermain dengan strategi yang kita terapkan, tentu hal ini akan berakibat buruk. Apalagi jika kita merupakan tipe manajer yang mengatur strategi berdasarkan kesukaan kita akan suatu strategi. Namun jika kita merupakan tipe manajer yang mengatur strategi berdasarkan kualitas skuat yang dipunyai, tentu hal ini akan berbeda.

Mengetahui Peran-peran yang Ada di Sepak bola

Selain belajar mengenai taktik, di FM kita juga bisa belajar mengenai peran pemain di semua posisi yang ada di lapangan. Seorang di posisi bek tengan misalnya, ia bis akita sesuaikan apakah akan bermain dengan peran sebagai sweeper, Ball Playing Devender, atau Central Devender biasa.

Berkat pengetahuan ini, kita tentu tidak akan kebingungan ketika seorang pengamat sepak bola menyebut Ederson Moraes sebagai sweeper-keeper, Harry Maguire sebagai ball-playing defender, Jorginho sebagai regista, Zlatan Ibrahimovic sebagai poacher, atau Thomas Muller yang menyebut dirinya sebagai raumdeuter.

Mengetahui Struktur dari Sebuah Kesebelasan Profesional

Dengan bermain Football Manager kita juga bisa mengetahui bagaimana sebuah klub sepak bola dijalankan. Seperti apa struktur yang ada di sebauh klub selain pelatih dan pemain. Di FM kita bermain sebagai seorang pelatih kepala, sehingga kapan saja performa kita buruk dan tidak seuai dengan keinginan direksi, kita akan dipecat.

Artinya, selain pelatih dan jajaran staf kepelatihan, ada juga dewan direksi, pemilik klub, ada juga direktur olahraga. Setiap klub biasanya juga memiliki pemandu bakat dengan spesialisasi tertentu, seperti pemandu bakat youth, untuk pemain muda potensial, ada juga pemandu bakat yang fokus ke pemain regular.

Di sana juga ada fisioterapis yang bertugas membantu pemain menjaga kebugaran agar tidak mudah cedera. Fisioterapis lainnya juga bertugas untuk merawat dan membantu pemain yang mengalami cedera agar bisa pulih. [tur/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar