Iklan Banner Sukun
Ragam

Beberapa Kesalahan Ibu Saat Memberikan ASI untuk Buah Hati

Ilustrasi kesalahan saat ibu menyusui anaknya. (RODNAE Productions, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Proses memberikan ASI ternyata kerap menjadi masalah, terlebih bagi para ibu yang baru pertama kali memiliki anak. Tak ayal jika pemberian ASI bisa menjadi mudah atau bahkan lebih sulit. Hal itu juga tergantung pada cara bunda menyikapinya.

Sebenarnya ada beragam faktor yang mempengaruhi keberhasilan ibu saat menyusui, yakni kondisi payudara, proses perlekatan mulut bayi, hingga cara ibu dalam proses menyusui. Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan para ibu, di antaranya;

Tidak percaya diri dengan bentuk payudara

Tak sedikit ibu yang tidak percaya diri dengan bentuk payudaranya. Sehingga hal ini secara tidak langsung dapat menganggu proses menyusui. Bunda menjadi terlalu sibuk dengan ketidakpercayaan dirinya sendiri dibanding kebutuhan sang anak.

Proses perlekatan yang tidak tepat

Proses perlekatan mulut bayi pada payudara ibu memang perlu diperhatikan. Seharusnya, tidak hanya mulut, namun dagu dan hidung bayi juga perlu menempel pada payudara. Posisi seperti ini lebih memaksimalkan bayi untuk menghisap ASI.

Biasanya banyak ibu muda yang takut jika bayinya tidak bisa bernafas. Namun, nyatanya cara tersebut justru dianggap lebih baik untuk proses menyusui.

Menyusui dengan durasi singkat

Pada dasarnya ASI terdiri dari dua komponen yakni depan (foremilk) dan belakang (hindmilk). Di mana pada bagian depan susu ibu lebih cair dan bagian belakang lebih kental. Sehingga kebutuhan agar bayi tidak haus dan lapar bisa terpenuhi.

Biasanya pada 5 menit pertama, bayi akan menghisap air susu bagian depan dan lima menit selanjutnya menyeimbangkan dengan antara keduanya.

Kemudian lima menit ketiga, anak akan menghisap bagian belakang. Tak ayal jika setidaknya durasi menyusui tidak kurang dari 15 menit. Agar kebutuhan nutrisi anak tercukupi.

Ibu dalam kondisi stres

Ibu menyusui dalam kondisi stres tentu juga dapat mempengaruhi produksi ASI. Hal ini karena otak akan memberikan sinyal bahwa diri sedang tidak baik-baik saja. Sehingga proses menyusui jadi terhambat.

Hal ini diperparah jika sang ibu kurang mengonsumsi makanan dan asupan-asupan yang bernutrisi. Karena dalam memproduksi ASI tentu saja memerlukan bahan baku. (fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar