Iklan Banner Sukun
Ragam

Bahaya! Ini Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali, Salah Satunya Pemicu Kanker

Ilustrasi seseorang yang sedang memanaskan makanan (Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Jika masakan tak habis dalam waktu sehari dua hari, biasanya orang akan memilih untuk memanaskannya kembali. Cara tersebut dilakukan agar makanan tidak mudah basi sehingga masih dapat dikonsumsi.

Selain lebih hemat pengeluaran, kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa sayang jika makanan masih banyak lantas dibuang begitu saja. Namun, tak semua makanan boleh dipanaskan kembali. Berikut beberapa di antaranya;

Bayam

Sayuran hijau seperti bayam mengandung nitrat yang cukup tinggi. Senyawa ini memang sangat baik untuk kesehatan. Namun, jika sayuran bayam kerap dipanaskan justru dapat berbahaya bagi kesehatan. Yang paling bahaya ialah memicu risiko kanker.

Kentang

Kentang menjadi makanan yang tidak disarankan untuk dipanaskan berulang-ulang. Penelitian menyebutkan bahwa hal ini dapat memicu timbulnya bakteri langka. Tak ayal jika hal ini dapat berbahaya bagi kesehatan.

Jamur

Makanan lain yang tidak dapat dimasak kembali ialah jamur. Meski pada dasarnya memiliki beragam manfaat, tapi jika terus-terusan dipanaskan, mengonsumsi jamur justru dapat berbahaya bagi kesehatan. Salah satunya dapat mengganggu sistem pencernaan.

Telur

Olahan telur menjadi salah satu yang paling banyak dikonsumsi masyarakat khususnya di Indonesia. Namun, yang harus diketahui bahwa makan telur dari hasil dipanaskan untuk kedua kalinya justru tidak baik. Hal ini dapat menimbulkan racun.

Daging ayam

Selain telur, memanaskan kembali daging ayam juga tidak diperkenankan. Karena hal ini dapat memicu terganggunya sistem pencernaan. Namun, ada tips yang bisa dilakukan, yakni dengan memanaskan menggunakan microwave.

Seledri

Seledri biasanya dijadikan sebagai bahan penyedap masakan, terlebih pada jenis makanan yang berkuah. Namun, seperti bayam, kandungan baik pada seledri justru dapat berbahaya bagi kesehatan. Sehingga tidak disarankan untuk memasaknya kembali. (Fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar