Iklan Banner Sukun
Ragam

Awali Artikel Kolom dengan Story Telling

Ken Yunita, Chief Executive Officer sekaligus Editor in Chief media daring urbanasia.com

Jember (beritajatim.com) – Artikel kolom di media massa, cetak maupun daring, menjadi medium bagi para dosen dan pakar untuk menyampaikan opini dan pandangan terhadap persoalan yang sedang tren di masyarakat, Bagaimana resep menulis kolom yang baik.

Ken Yunita, Chief Executive Officer sekaligus Editor in Chief media daring urbanasia.com, menyarankan para dosen untuk memilih tema yang memang tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. “Oleh karena itu tulis sesegera mungkin mengingat issue yang berkembang di media massa cepat berubah,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (3/9/2022).

Menurut Yunita, kolom ditulis dengan lebih santai dan renyah. “Sesuaikan gaya bahasa dan gaya penulisan dengan media massa yang dituju. Jangan lupa mengawali tulisan dengan gaya story telling guna membangun koneksi dengan pembaca. Umumnya kolom ditulis dalam seribu hingga seribu lima ratus kata,” katanya.


Bagaimana agar kolom berada di posisi atas di mesin pencarian? Yunita mengatakan, resepnya adalah dengan menerapkan Search Engine Optimation (SEO) di antaranya dengan riset keyword. Ia menyarankan kata yang dipakai di judul tulisan adalah kata yang tengah tren terkait bidang yang akan ditulis. “Jangan terlalu banyak memakai kata kunci dalam tubuh tulisan mengingat bisa dicurigai sebagai spam,” katanya.

Sementara itu, Firman Kurniawan, dosen, peneliti, penulis dan konsultan komunikasi, menyarankan kepada dosen Universitas Jember agar rajin menulis populer ilmiah. Dengan demikian, diharapkan akan lebih banyak orang yang memahami sebuah fenomena.

“Apalagi ilmuwan adalah pihak pertama yang paling valid menyampaikan pengetahuan kepada kalangan umum. Makin banyak dosen yang menulis, maka nama Universitas Jember makin terangkat dan dikenal di kalangan nasional bahkan internasional,” kata Firman.

Semakin rajin menulis di media massa, menurut Firman, juga membuat kepakaran sang penulis bakal diakui. “Maka kampus tidak lagi terkesan sebagai menara gading saja,” katanya.

Mengapa karya tulis ilmiah populer penting? Menurut Firman, kalangan awam tentu tidak mungkin membaca jurnal ilmiah dan punya keterbatasan memahami karya tulis ilmiah. Maka perlu medium yang sesuai dengan kondisinya, dan salah satunya adalah tulisan ilmiah populer di beragam media massa. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev