Iklan Banner Sukun
Ragam

Aturan Baru, Pemerintah China Akan Berhentikan Siapa Saja yang Melakukan Lip-Sync di Pertunjukan

Hitesh Coudhary, pexels.com

Surabaya (beritajatim.com) – Akhir-akhir ini, warganet tengah dihebohkan dengan pengumuman secara resmi dari pemerintah China yang ditujukan bagi dunia hiburan industri musik. Pengumuman tersebut berupa larangan lip-sync bagi semua penyanyi dan para Idol saat melakukan pertunjukan. Aturan baru itu diputuskan oleh Dewan budha China dengan tujuan untuk mencegah para penikmat music terlalu fokus pada penampilan visual sang penyanyi daripada kualitas vokalnya.

Mereka juga menganggap bahwa li-sync adalah salah satu bentuk penipuan pada publiK. Selain itu, mereka juga sedang berupaya untuk mengembangkan budaya musik di China melalui cara ini.

Bagi mereka yang tetap memaksa untuk melakukan lip-sync tanpa memberi tahu secara terbuka pada penggemar, aka nada hukuman yang tegas dan tentunya tidak main-main. Pihak Idol bisa diberhentikan untuk berkarya dan dilarang melakukan promosi musik mereka lagi.

Begitu juga apabila ada agensi yang dengan sengaja tidak mengambil tindakan padahal mengetahui bahwa anak naungannya telah melakukan lip-sync, maka mereka akan bertanggung jawab dan dipaksa untuk melepaskan hak mereka di Tiongkok. Ketegasan pemerintah ini berlaku bagi siapa saja yang tidak menyetujui aturan baru ini.

Beberapa tahun lalu, ada dua penyanyi China yang terbukti melakukan lip-sync pada penampilan mereka. Alhasil, keduanya dikenai denda sbesar 50 ribu Yuan.

Pengumuman yang baru ini tentu saja mendapat perhatian publik, termasuk warga dari Korea Selatan. Warganet berbondong-bondong meramaikan komentar dan merespon terkait hal in. Beberapa orang tentu menyetujui hal itu, dan beranggapan bahwa lip-sync tentu saja merupakan bentuk penipuan pada penggemar yang sudah meluangkan waktu juga uang.

Namun, tak sedikit pula yang belum terbiasa dan merasa bahwa pemerintah China terlalu ikut campur.

“Aku setuju, tapi kenapa pemerintah mengendalikan itu, industri hiburan harus mengurusnya sendiri,” tulis warganet secara anonimus.

“Pemerintah mereka benar-benar rewel pada saat ini.

Tapi saya berharap penyanyi berhenti berpura-pura bisa menyanyi, kadang-kadang bahkan menipu penggemar mereka sendiri,” tulis warga lainnya yang juga tidak diketahui namanya itu.

Ada juga penggemar musik Korea Selatan yang berharap agar kebijakan ini bisa ditiru oleh penyanyi negaranya.

“Aku tidak marah dengan ini. Bisakah kita (Korea Selatan) melakukannya juga?” ujarnya.

Bagaimana dengan tanggapan kalian sendiri? Apakah setuju atau bahkan menganggap ini berlebihan? [mnd/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar