Iklan Banner Sukun
Ragam

Apa Itu Victim Mentality? Kenali Ciri-ciri Teman Merasa Jadi Korban dan Penyebabnya

Meski tersenyum, mungkin dia sedang menyimpan penderitaan. (Sumber foto: Big Potato, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin Anda pernah bertemu dengan orang yang saat ada masalah justru sibuk cari kambing hitam ketimbang solusi.

Orang tersebut mungkin saja sedang mengalami kondisi victim mentality. Yakni kondisi dimana seseorang merasa jadi korban dan hidupnya paling menderita.

Victim mentality adalah kondisi dimana seseorang merasa paling tersakiti dan suka menunggu bantuan orang lain, padahal nyatanya, dia bisa dapat jalan keluar jika hendak berusaha.

Namun, kondisi ini tidak baik jika dibiasakan. Saat ada masalah, Anda harus cari solusi untuk harus dan ambil langkah maju. Sebelum itu terjadi pada Anda, pahami ciri-ciri victim mentality berikut.

Pertama, cenderung menyalahkan orang lain. Sibuk mencari kambing hitam dan pembenaran atas masalah yang dialami. Biasanya fokus untuk pembenaran diri agar merasa disakiti, atau jadi korban. Akibatnya dia akan sering mengasihani diri sendiri agar merasa lebih baik.

Kedua, Sering pesimis dan berpikir negatif. Pesimistis yang terjadi ini membuat dia ingin selalu divalidasi sebagai korban karena merasa tidak ada support dari orang disekitarnya.

Ketiga, tidak memiliki strategi dalam menyelesaikan masalah. Dua beranggapan orang lain selalu lebih beruntung, padahal sebenarnya semua orang punya masalahnya sendiri. Hanya tinggal bagaimana jalan untuk menyelesaikannya.

Penyebab Victim Mentality menurut Dr. Merry Dame Cristy Pane dilansir dari healty.com bisa jadi agar mendapat perhatian orang lain atau menghindari suatu tanggung jawab.

Namun, bisa juga karena ada trauma pengalaman yang menyakitkan atau dikhianati oleh orang lain. Sehingga saat mengalami masalah yang sebenarnya disebabkan oleh diri sendiri cenderung menyalahkan orang lain.

Bagi Anda yang merasa sering mengalami victim mentality ada beberapa cara untuk mengatasinya. Pertama dengan usaha untuk bisa mengambil tanggung jawab sesuai kebutuhan. Jangan ambil tanggung jawab diluar kebutuhan Anda agar tidak sering merasa jadi korban.

Kedua, jangan menyalahkan orang lain. Anda harus berani berkata benar pada diri sendiri. Perkara urusan dengan orang lain belajarnya untuk berkat ‘tidak’ dan stop jadi orang tidak enakan. Ketiga, Anda harus belajar memaafkan diri sendiri dan jangan lupa untuk belajar bersyukur. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar