Iklan Banner Sukun
Ragam

Apa Itu NFT? Membuat Ghozali Everyday Jadi Miliarder Dadakan dari Foto Selfie

Kumpulan foto selfie Ghozali Everyday. (Sumber foto: Twitter @Ghozali_Ghozalu)

Surabaya (beritajatim.com) – Ghozali Everyday sedang ramai jadi perbincangan dunia maya. Pria yang masih berusia 22 tahun itu mendadak jadi miliarder dari penjualan swafoto (selfie) lewat non-fungible token (NFT).

Selfie yang diberi nama Ghozali Everyday terjual melalui platform marketplace Open Sea. OpenSea merupakan platform yang menyediakan ruang bagi penjual, pembeli, dan kreator aset digital guna bertransaksi dengan mata uang kripto ethereum (ETH).

Dilansir dari wawancara Ghozali dengan Deddy Corbuzier total cuan yang bisa didapat mencapai Rp1,5 miliar. Namun, Ghozali baru mencairkan sebanyak 80 juta Rupiah untuk kebutuhan pribadinya. Sebenarnya apa yang disebut NFT itu?

NFT atau (Non-Fungible Token), secara bahasa artinya adalah token yang tidak dapat tergantikan dan bersifat unik. Token pada NFT dapat dibeli dan dijual secara daring, sering kali dengan aset kripto. Umumnya, dikodekan dengan perangkat lunak dasar yang sama seperti banyak kripto.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bit Octo Milken Jonathan menjelaskan NFT adalah suatu konten digital yang berhubungan dengan sistem blockchain. “Konten digital yang dimaksud, seperti foto, sertifikat, dan musik,” ungkap Miken Jonathan dikutip dari theverge.com.

Saat ini sudah ada beberapa pihak mulai menggunakan NFT sebagai investasi dari aspek seni dan barang koleksi dalam bentuk digital. Sebagai contoh, seseorang membeli dan mengoleksi lukisan atau kartu pokemon.

Para Pembeli percaya bahwa NFT yang dibeli akan diminati dalam waktu yang akan datang dan berpotensi membuat harga jual lebih tinggi. Dengan demikian, pembeli akan mendapatkan keuntungan.

Meski begitu, masyarakat mesti harus tetap berhati-hati. Jangan sampai karena NFT sedang heboh, masyarakat asal membeli NFT dengan berharap pada untung yang besar. Pasalnya, NFT tak bisa disebut sebagai aset likuid. Ini berarti tak semua barang berbentuk NFT yang dibeli pasti akan laku saat dijual lagi.

Di lain sisi, jika produk berbentuk NFT laris, maka akan memberi untung bagi pembeli dan penjual. Pembeli akan menikmati keuntungan saat ada peminat yang bersedia membeli dengan harga lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Untuk penjual, mereka juga akan diuntungkan karena produknya laris melalui NFT. Namun, dari segi pemasaran produk lewat NFT harus lebih gencar agar potensi penjualan bisa meningkat. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar