Iklan Banner Sukun
Ragam

Apa itu Doxxing? Berikut Fakta dan Bagaimana Cara Melindungi Data Diri

Ilustrasi seseorang yang melakukan doxing melalui media sosial. (Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Doxxing atau doxing berasal dari istilah “Dropping Dox” yang dapat diartikan sebagai tindakan menjatuhkan dokumen demi mengungkapkan informasi pribadi seseorang secara online.

Sebagian ‘peretas’ menggunakan doxing untuk melecehkan, mengancam, atau membalaskan dendam kepada korbannya. Namun dibalik aksi doxxing yang menimbulkan kontroversi dan jeratan kriminalitas, ada beberapa poin penting yang harus kamu ketahui. Diantaranya yaitu cara kerja cara kerja doxxing, fakta mengenai korban doxxing, hingga cara melindungi data pribadi agar tetap aman dan terhindar dari doxxing.

1. Apa yang dimaksud dengan doxxing?


Doxing di jaman yang serba online ini berarti mempublikasikan informasi pribadi seseorang secara online tanpa izin mereka. Penyebutan doxing juga berlaku ketika mengungkap identitas p sebenarnya di balik pengguna akun anonim, kemudian mengekspos identitas asli orang itu secara online.

Meskipun konsep doxxing sudah ditemukan sejak lama, namun aktivitasnya terus ada dan semakin berkembang. Begitu alamat rumah, lokasi pekerjaan, nomor telepon, email, atau informasi pribadi lainnya sudah tersebar, maka korban bisa menjadi sasaran kejahatan dengan mudah.

Serangan akibat doxxing berkisar dari yang relatif tidak berbahaya, seperti pendaftaran surat palsu atau pengiriman delivery suatu barang, hingga yang jauh lebih berbahaya, seperti melecehkan keluarga, memukul, pencurian identitas, ancaman dan bentuk lain dari ‘cyber bullying’.

2. Atas alasan apa seseorang bisa menjadi korban doxxing?

Beberapa serangan doxxing berakar pada tindakan korban yang menjadi pelaku pelecehan, pornografi anak atau bahkan secara anonim memposting komentar fanatik untuk mempromosikan keyakinan yang bertolak belakang dengan norma. Jika memang demikian, berarti korban doxxing tidak sepenuhnya polos dan suci? Jawabannya bisa iya, bisa tidak.

Dari penelitian University of Illinois di Chicago dan New York University, mengenai aktivitas doxxing, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Dari sekitar 5.500 file doxxing, berasal dari alat artificially intelligent yang diciptakan khusus untuk mendeteksi kasus serupa secara otomatis, berikut hasilnya:

– Korban doxing memiliki umur yang bervariasi antara 14 tahun hingga 70-an tahun. Namun rata-rata terbanyak berusia 20-an antara umur 22 hingga 28 tahun.
– Perilaku korban doxing rata-rata dianggap telah melakukan sesuatu yang buruk dan bertolak belakang dengan norma yang dianut, baik secara umum maupun secara khusus terhadap doxxer (orang yang melakukan doxxing). Beberapa kasus yang populer korban doxing dianggap atau dicurigai bagian dari pornografi anak, pelaku prostitusi, buzzer pemerintah atau politik, dan anggota kejahatan-kejahatan yang sempat viral (contoh kasus di Indonesia adalah anggota PKI).
– Kebanyakan korban doxxing adalah laki-laki.
– Korban doxxing kemungkinan besar menutup akun sosial media yang digunakan.

Meski demikian, perilaku doxxing tetap melanggar hukum. Melalui penerapan Pasal 27 UU ITE sanksi pidana bagi pelaku doxxing bisa dihukum pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,-.

3. Tips agar tidak menjadi korban doxxing

Cara paling penting untuk terhindar menjadi korban doxxing adalah dengan memastikan kepada diri sendiri, bahwa kamu tidak melakukan sesuatu yang merugikan dan merusak. Terutama ketika melakukan aktivitas online bersosial media.

Bijaklah menggunakan sosial media sesuai dengan peraturan ‘community’ yang biasanya dianjurkan oleh penyedia layanan. Seperti tidak membahas SARA, tidak mencaci maki, tidak merendahkan manusia, hingga tidak melakukan tindakan pelecehan.

Kemudian cara yang kedua adalah berhenti melakukan ‘over sharing’ di media sosial. Jangan mudah menyebarkan data pribadi, seperti sertifikat vaksin, NIK, KK, riwayat kesehatan dan lain sebagainya. Beberapa kasus pengguna media sosial bahkan mengaku tidak sadar ketika menyebarkan data pribadi miliknya.

Itulah beberapa fakta penting mengenai doxxing yang sekarang ramai dibicarakan warganet. Pastikan juga kita bisa mempertanggung jawabkan setiap langkah yang telah dipilih agar terhindar dari hal-hal yang merugikan. (Kai/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar