Iklan Banner Sukun
Ragam

Apa Itu Defense Mechanism? Berikut 6 Bentuk Pertahanan Diri dari Situasi Tak Nyaman

Ilustrasi pertahanan diri dari situasi yang tak nyaman. (Jackson David, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Defense Mechanism secara gampang dapat diartikan sebagai respon psikologis yang muncul saat situasi membuat seseorang tidak nyaman. Respon ini bisa terjadi ketika seseorang merasa sedang sedih, marah, atau kecewa.

Misalnya respon langsung menyalahkan orang lain, yang dilanjutkan nangis, respon melempar barang-barang saat marah, atau respon mengumpat saat kecewa.

Respon yang Anda berikan ini termasuk bentuk pertahanan diri atau defense mechanism. Berikut ini jenis-jenis dari defense mechanism atau pertahanan diri dari suatu yang tak nyaman.

1. Denial (Menyangkal Realita)

Contohnya, jika terjadi masalah, Anda sering menyangkal, berarti sedang menggunakan tipe pertahanan denial. Intinya Anda lebih milih menghindari masalah yang menyakitkan daripada menghadapinya.

2. Represi (Menekan Memori atau Kenangan)

Pertahanan diri jenis ini cenderung suka menekan memori, perasaan, atau pengalaman traumatis yang pernah terjadi. Namun harus hati-hati karena emosi yang ditumpuk ini bisa memunculkan kecemasan. Bahkan dapat juga jadi pemicu dari terjadinya mimpi buruk.

3. Displacement (Melampiaskan pada Objek Lain)

Terkadang saat sedang marah pada teman, Anda juga ikutan marah ke adik atau orang lain yang bisa kena imbas. Tipe jenis ini cenderung suka melempar barang-barang di sekitar sebagai respon dari kemarahannya.

4. Regresi (Kembali Pada Tahap Sebelumnya)

Regresi akan lebih tampak pada anak-anak. Biasanya anak-anak akan menangis saat mereka marah, bahkan bisa juga sampai ngompol dalam merespon emosi yang dirasakan.

5. Sublimasi (Melampiaskan ke Arah Positif)

Sublimasi jenis perlindungan diri yang positif. Sebab, emosi-emosi negatif yang muncul dialihkan ke hal yang positif. Misalnya saat kecewa pada suatu hal atau sedih pada hal tertentu, lebih memilih melampiaskan ke hobi atau menghasilkan karya.

6. Proyeksi (Membalikkan Pola Pikir)

Contohnya, Anda tidak suka dengan si A, tapi Anda tidak berusaha mengakui. Malah kamu membalik pikiran dengan menganggap si A yang nggak suka pada Anda. Jadi, seolah menganggap emosi yang sebenarnya Anda miliki itu punya orang lain.

Saat merespon situasi yang membuat tidak nyaman, Anda mungkin masuk pada salah satu kategori di atas. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar