Iklan Banner Sukun
Ragam

Alasan Manusia Lebih Bisa Bertahan Hidup Tanpa Makan, Daripada Tanpa Minum

(Foto: Aaron Burden, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Faktanya, tubuh manusia lebih banyak mengandung air. Maka, tidak heran jika manusia lebih bisa bertahan hidup dengan bekal air minum daripada makananan. Selain itu, beberapa kerusakan tubuh disebabkan oleh kekurangan minum air putih atau asupan cairan.

Maka dari itu, jika tubuh manusia kekurangan air, akan memberikan dampak kerusakan yang lebih besar dibanding jika kekurangan makanan. Hal ini dikarenakan tubuh membutuhkan air di setiap proses alamiahnya. Oleh karena itu, organ tubuh akan berhenti bekerja jika asupan air yang dibutuhkan tidak cukup, bahkan bisa sampai menyebabkan kematian.

Ketika Kelaparan, Tubuh Mengalami Perubahan Cara Kerja

Pada masa itu, tubuh tidak mendapat akses makanan selama 8-12 jam. Bukan hanya itu, dampaknya penyimpanan glukosa akan habis. Berikut adalah tahapan tubuh adalah tubuh mengubah glikogen dari hati dan otot menjadi glukosa.

Kemudian, glukosa dan glikogen habis pada tubuh mulai menggunakan asam amino dalam menyediakan energi. Biasanya, proses ini mempengaruhi kondisi otot dan mempertahankan tubuh selama tiga hari.

Namun, dalam mencegah kehilangan otot yang berlebihan, tubuh menggunakan simpanan lemak untuk membuat keton energi atau ketosis. Selain itu, kita dapat mengalami penurunan berat badan yang signifikan dengan menunjukkan beberapa tanda kelaparan awal, seperti pusing, kebingungan, dan kelelahan.

Sedangkan untuk simpanan lemak habis lewat proses metabolisme, maka dari itu tubuh kembali ke pemecahan otot sebagai energi. Jika dibiarkan maka tubuh mulai mengalami gejala buruk yang parah bahkan berakibat fatal.

Penyesuaian Tubuh Ketika Mengalami Kelaparan

Hal ini dapat dilakukan dan terjadi ketika puasa jangka pendek atau masa kelaparan atau kehausan jangka panjang. Maka kita perlu waktu sekitar delapan jam tanpa makan sebelum tubuh mengubah cara kerjanya. Selain itu, hal ini memungkinkan seseorang bisa berpuasa tanpa menyebabkan kerusakan organ permanen.

Namun, kondisi yang serius umumnya dapat terjadi ketika seseorang kehilangan 18 persen dari berat badan karena kelaparan. Sedangkan, salah satu faktor penting yang mempengaruhi manusia bisa bertahan tanpa makan adalah simpanan lemak di dalam tubuh. Semakin banyak simpanan lemak yang tersedia, maka semakin lama seseorang bertahan hidup. [prd/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar