Ragam

Alasan Kita Mengalami Brain Freeze Saat Makan Es Krim

(foto : Mark Cruz, Unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Kita mungkin pernah mengalami sakit kepala saat kita memakan es krim, fenomena ini lebih populer dengan nama brain freeze atau otak beku. Rasa sakit kepala yang kita alami ini dipicu oleh rasa dingin pada saraf sphenopalatine ganglion, salah satu saraf yang ada di otak kita.

Fenomena brain freeze sendiri dapat dipicu oleh mengkonsumsi makanan atau minuman secara cepat. Menurut Dr. Joseph Hulihan, Kepala Paradigm Neuroscience dan seorang profesor Departemen Neurologi di Temple University Health Science Center, es krim adalah salah satu penyebab umum dari sakit kepala, dengan rasio 1:3 orang akan mengalaminya ketika mengkonsumsi es krim.

Pada tahun 1960-an, peneliti mengatakan fenomena ini disebabkan oleh mekanisme vaskular, yaitu menyempit dan melebarnya saluran darah, yang menyebabkan fase aura dana rasa nyeri berdenyut pada sakit kepala migrain.

Ketika makanan atau minuman bertemperatur dingin seperti es krim menyentuh langit-langit mulut, saluran darah yang ada di sana akan mendingin dengan cepat yang menyebabkannya menyempit.

Lalu, pelebaran saluran darah akan dilakukan oleh saraf trigeminal setelah menerima sinyal dari saraf pendeteksi rasa sakit. Saraf trigeminal inilah yang kemudian bertanggung jawab atas sensasi yang kita rasakan akan fenomena brain freeze.

Fenomena brain freeze membuat kita merasakan sakit pada area tubuh yang bukan sumber dari rasa sakit tersebut, dalam kasus ini, rasa sakit yang seharusnya dirasakan oleh mulut kita malah dirasakan oleh kepala kita.

Peristiwa inilah yang biasa disebut dengan referred pain, dan juga yang biasanya menjadi alasan mengapa orang-orang sering merasakan rasa sakit di area leher, bahu, dan punggung ketika mereka mengalami serangan jantung.

Ada beberapa cara yang bisa mencegah terjadinya fenomena brain freeze. Akan tetapi, sejauh ini yang paling terbukti ampuh adalah dengan makan makanan dingin atau minum minuman dingin dengan pelan. Dengan melakukan hal tersebut, mulut kita memiliki lebih banyak waktu untuk membiasakan diri dengan temperatur dingin dari makanan atau minuman yang kita konsumsi, sehingga kecil kemungkinan terjadi brain freeze. [dwp/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar