Iklan Banner Sukun
Ragam

Agar Tidak Stres! 5 Tanda Anda Butuh Rehat dari Media Sosial

Ilustrasi media sosial (Alexander, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Media sosial adalah cara yang praktis dan menyenangkan untuk berinteraksi, utamanya dengan orang-orang yang jarang dijumpai dalam keseharian. Namun, di lain sisi, melalui unggahan-unggahan media sosial, mungkin Anda juga jadi lebih gampang membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Anda barangkali merasa kehidupan orang lain lebih baik atau menyenangkan. Hal ini membuat Anda mudah tergelincir pada perasaan tidak percaya diri, cemas, kesepian, bahkan depresi. Lantas tidak dengan sepenuhnya menjalani kehidupan sendiri dengan rasa senang.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan dalam Journal of Social and Clinical Psychology, rehat media sosial dapat membantu. Rehat media sosial adalah jeda yang sengaja Anda ambil dari kebiasaan konsumsi media sosial. Anda sendiri yang menentukan apa saja yang ingin harus kurangi dan berapa lama itu dilakukan.

Rehat ini juga termasuk misalnya menghapus aplikasi atau unfollow akun yang membuat Anda justru ragu menilai diri sendiri. Bisa juga Anda hanya mengurangi konsumsi jenis media sosial tertentu atau sama sekali rehat dari konsumsi media sosial selama 1 bulan.

Cara lain, Anda mengurangi konsumsi media sosial sampai dengan waktu yang direkomendasikan, yaitu 30 menit sehari. Apakah Anda membutuhkan rehat dari media sosial. Berikut ini beberapa tandanya.

Selalu membandingkan diri

Anda selalu membandingkan diri dengan orang lain. Semua orang punya perjuangan dan masalahnya masing-masing. Jika Anda merasa kurang beruntung atau sedang kesulitan, ingat bahwa tidak ada kehidupan yang sempurna.

Menggulir lini masa

Anda terus menggulirkan linimasa tanpa menyadarinya. Hal ini biasanya dilakukan sebagai bentuk pengalih stres atau kesepian yang Anda alami

Sibuk sendiri, kadang abai pada sekitar

Cobalah tanya pasangan atau teman-teman Anda, apakah kadang mereka merasa diabaikan karena Anda sibuk mengecek media sosial. Jika jawabannya iya, ada yang mesti diubah dalam pola konsumsi media sosial.

Gampang merasa kesal

Anda mudah merasa kesal atau cemas dengan informasi yang diakses. Bentuk tidak suka pada suatu informasi itu berdampak pada kehidupan sehari-hari yang membuat Anda lebih mudah kesal dengan orang lain.

Gelisah jika tidak mengecek linimasa media sosial.

Jika ketinggalan informasi atau berita Anda merasa gelisah. Selain itu Anda juga selalu gelisah dengan notifikasi atau pesan yang masuk pada media sosial.

Coba pahami tubuh Anda, apabila mengalami beberapa hal itu, sudah saatnya Anda rehat bermedia sosial untuk sementara waktu agar tidak terlanjur stress. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar