Ragam

Agar Tidak Kehilangan Motivasi Membaca, Jangan Lakukan Book Shaming

Ilustrasi membaca buku (foto : Min An, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Book shaming secara sederhana dapat diartikan sebagai komentar buruk yang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dengan bacaan atau genre buku.

Dari perilaku book shaming ini, seorang pembaca bisa kehilangan motivasi diri untuk membaca lantaran sudah berpikiran negatif sebelum membaca.

Selain kehilang motivasi membaca, seseorang yang kerap melakukan book shaming pada bacaan atau genre tertentu biasanya akan membeli buku yang tidak sesuai dengan kesukaan, tetapi dipaksakan agar terlihat ‘keren’.

Book shaming juga mengarahkan pada kebohongan saat memberi ulasan suatu buku. Dampak dari book shaming bisa membuat seseorang malu saat menampilkan buku bacaan di depan publik atas suatu genre atau bacaan. Apakah kalian pernah melakukan book shaming?

Adapun book shaming bisa dikategorikan sebagai berikut. Pertama, membandingkan

genre. Memang terkadang jenis bacaan akan merepresentasikan pribadi seseorang, tapi bukan berarti hal ini bisa dijadikan alasan untuk mengejek seseorang karena genre yang disukainya.

Kedua, kerap kali membuat kubu tertentu. Misalnya membuat generalisasi berdasarkan genre tertentu yang lebih dianggap keren dari genre lainnya. Sehingga ini menjadikan karya terkotak-kotakan. Intinya seperti membuat aturan sendiri kalau orang tua dianggap tidak cocok membaca buku atau, atau orang dewasa dipandang tidak baik saat membaca komik.

Ketiga, membandingkan penulis. Ini juga termasuk kategori book shaming, karena sebenarnya orang yang melakukan itu belum tentu bisa menulis karya yang baik. Setiap penulis punya ciri khas-nya sendiri, dan setiap orang punya preferensi yang berbeda.

Jika kalian beranggapan karya dari seorang penulis favorit paling keren dan yang lainnya biasa aja. Itu sah-sah saja, asalkan tidak menceritakan atau menjustifikasi pada orang lain. Apalagi sampai memberi ejekan pada seorang penulis tertentu.

Keempat, berusaha meninggikan salah satu jenis buku, mulai dari isinya (Fiksi dan Non-Fiksi), maupun bentuknya (Fisik dan Ebook).

Perlu diketahui bahwa setiap kategori karya itu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.Begitu pula untuk media yang digunakan seorang penulis dalam publikasi karyanya punya segmentasi dan tujuannya sendiri. Sehingga hal ini kembali pada kenyamanan masing-masing pembaca, dan tidak bisa digeneralisasi.

Book shaming, tidak baik sebab kita harus paham setiap orang tidak akan sama keinginan, kesukaan, atau hobinya dalam membaca buku. [dan/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar