Iklan Banner Sukun
Ragam

Ada yang dari Indonesia, Ini 3 Orang Paling Berpengaruh Versi Majalah Time

Tangkap Layar Instagram, Dr. Adi Utarini (kanan)

Surabaya (beritajatim.com) – Majalah time telah merilis 100 orang yang paling berpengaruh di dunia pada tahun 2021, mulai dari aktivis, atlet, hingga peneliti. Membanggakan, bahkan salah satunya ada yang dari Indonesia.

Melansir dari laman resmi Time, Jumat (17/9/2021) Edward Felsenthal, CEO dan pemimpin redaksi TIME mengatakan bahwa orang-orang yang masuk dalam kategori tersebut tidak hanya berupa daftar atau dipilih secara acak, melain memang benar-benar menginspirasi banyak orang. “Ini adalah komunitas pemimpin yang energi dan komitmennya kami harap dapat menginspirasi orang lain untuk bertindak juga.” Berikut ini penjelasan selengkapnya:

Mimi Aung

Percobaan menakjubkan yang dilakukan oleh Mimi Aung membuat namanya masuk dalam jajaran orang berpengaruh. Wanita asal Amerika ini diketahui membuat helikopter terbang di planet dengan tekanan atmosfer yang rendah. Ia juga mengemudikan pesawat dari bumi menuju planet mars tersebut seorang diri. Berkatnya, jalan eksplorasi menuju Mars menjadi lebih cepat di masa yang akan datang.

Jensen Huang

Pengusaha dan insinyur listrik ini juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) di Nvidia Corporation, Amerika Serikat. Namanya juga tercatat dalam jajran orang paling berpengaruh versi Majalah Time. Berkat kerja keras nya dalam mengelola perangkat keras komputer, ia telah membantu merevolusi, serta memungkinkan ponsel menjawab pertanyaan, merancang sistem yang menyemprotkan senyawa pembunuh gulma otomatis pada tanaman, hingga membantu pekerjaan dokter untuk memprediksi sifat obat baru.

Adi Utarini (Indonesia)

Sangat membanggakan, siapa sangka peneliti asal Indonesia ini bisa masuk dalam kategori orang paling berpengaruh. Dilaporkan Utarini bekerja sama dengan tim peneliti internasional dari Program Nyamuk Dunia. Ia mengeluarkn trobosan baru untuk mengekang ancaman dengan cara menginokulasi nyamuk dengan Wolbachia, bakteri yang tidak berbahaya bagi manusia tetapi mencegah nyamuk menularkan demam berdarah melalui gigitannya. Sebuah studi terobosan yang dia pimpin adalah yang pertama membuktikan teknik ini berhasil dan secara signifikan dapat menurunkan tingkat penyakit di lingkungan masyarakat. [rsf/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar