Iklan Banner Sukun
Ragam

Mengenal Dan Memahami Disforia Gender

(Foto: Dainis Graveris, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam wawancara beberapa waktu lalu, aktor Elliot page yang dikenal sebagai transgender, mengatakan bahwa ia sempat mengalami kepanikan untuk menghadiri penayangan perdana film Inception. Ia merasa sangat tersiksa dengan beragam gaun dan sepatu hak tinggi yang ia kenakan berulang kali.

Bisa dibilang yang dialami oleh Page dikenal dengan disforia gender. Namun, apa sih pengertian disforia gender tersebut? Disforia gender merupakan sebuah pengalaman bagi seseorang ketika ia merasa tidak nyaman karena identitas gendernya, apa yang ia rasakan tidak sesuai antara jenis kelamin dan biologis mereka.

Biasanya seseorang yang mengalami disforia gender merasa sangat tidak nyaman, tidak puas, dan menimbulkan rasa cemas, depresi dan gangguan mental. Kalau teman-teman pernah merasakan seperti itu, mungkin bisa saja selama ini kamu mengalami disforia gender. Nah, bagaimana cara mengenali tanda-tanda seseorang mengalami disforia gender? Perlu digaris bawahi, dampak dan tanda-tanda ini bisa berbeda pada setiap orang.

1. Identitas gendernya tidak cocok dengan jenis kelaminnya
2. Tidak nyaman atau sulit menerima diri sendiri
3. Kemungkinan besar ada keinginan untuk menyembunyikan atau tanda fisik pada jenis kelaminnya
4. Merasa diasingkan, atau merasa terisolasi secara sosial, depresi, dan merasa cemas berlebihan tmengenai identitasnya

Dalam banyak kasus, disforia gender terjadi saat masih kanak-kanak, tetapi banyak juga yang mengalami pada saat masa pubertas. Adapun tidak semua transgender mengalami disforia gender.

Lalu bagaimana cara mengatasinya jika kamu atau anak kamu mengalami disforia gender?

Hal pertama yang bisa dilakukan bagi orang tua jika anak belum pubertas dan mengalami disforia gender adalah dengan membawanya ke psikolog yang terbiasa menangani ini. Biasanya yang dilakukan psikolog untuk membantu ana-anak mengalami disforia gender adalah dengan:

1. Bekerjasama dengan Keluarga untuk membantu orang tua dan anak memahami dan saling mendukung.
2. Mendukung anak untuk Mengekplorasi jenis kelamin mereka.
3. Mendukung anak untuk transisi sosial, jika keadaan anak sudah sesuai.

Itulah penjelasan singkat mengenai disforia gender. Kawan-kawan dan mama jangan khawatir, banyak mereka yang merasakan ini juga, jadi hubungan keluarga sebaiknya saling mendukung dan menerima anak dengan segala kekurangannya dan kelebihannya. (ptr/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar