Iklan Banner Sukun
Ragam

7 Amalan Bulan Dzulhijjah, Bisa Jadi Lumbung Pahala di 10 Hari Pertama

Ilustrasi 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang merupakan primetime bulan istimewa (Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Banyak para umat muslim yang mungkin belum mengetahui keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Seperti yang dijelaskan oleh Ustad Muhammad Nuzul Dzikri, bahwa ada empat bulan dalam satu tahun yang paling diutamakan. Di antara empat bulan yang dianggap paling mulia, salah satunya ialah bulan Dzulhijjah.

Di mana 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah ini jika disetarakan mungkin sama dengan 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Di mana pada saat-saat tersebut merupakan ladang untuk seseorang mencari dan memperbanyak pahala.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbanyak pahala di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, di antaranya;

Maksimalkan ibadah wajib

Hal yang paling dianjurkan untuk melipatgandakan pahala di bulan Dzulhijjah, tentu saja dengan memaksimalkan ibadah wajib, seperti menunaikan ibadah salat dan haji jika mampu. Jika kewajiban-kewajiban tersebut sudah dilaksanakan, maka lebih baik pula jika ditambahkan ibadah sunnah lainnya.

Laksanakan puasa sunnah

Pada 9 hari awal pada bulan Dzulhijjah, umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni berpuasa pada sembilan hari pertama di bulan ini.

Perbanyak istigfar

Pada waktu-waktu istimewa seperti ini, tentu saja alangkah baiknya jika seseorang memperbanyak istigfar. Terlebih lagi untuk melakukan salat taubah atau hal-hal lain yang berkaitan dengan meminta ampunan atau taubat kepada Allah SWT.

Perbanyak dzikir atau takbir

Selain perbanyak istigfar dan memohon ampunan, alangkah baiknya jika umat muslim juga memperbanyak dzikir, yang meliputi tahlil, takbir, dan tahmid. Takbir bahkan dianjurkan untuk lebih banyak dibacakan hingga 13 hari pertama Dzulhijjah. Hal ini pun tak lepas dari anjuran Rasulullah SAW.

Membaca dan Memtadabburi Al-Qur’an

Sebagaimana para umat muslim ketahui bahwa membaca dan menyampaikan satu ayat Al-Qur’an saja merupakan sebuah pahala. Apalagi jika hal ini dilakukan pada primetime bulan istimewa.

Berkurban jika mampu

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang identik dengan Hari Raya Idul Adha. Tak ayal jika pada tanggal 10 Dzulhijjah, bagi umat muslim yang mampu disunnahkan untuk berkurban. Terlebih bagi para orang tua, jika misal memiliki lima anggota keluarga, maka sebaiknya berkurban lima ekor kambing atau sejenisnya. Namun, jika tidak mampu maka bisa dikurangi sesuai dengan kemampuan.

Tidak memotong kuku dan rambut bagi yang niat berkurban

Pada dasarnya seorang muslim yang hendak berkurban sebaiknya tidak memotong kuku dan juga rambutnya, sampai hewan kurban selesai disembelih. Dengan begitu, maka seseorang yang berkurban telah mendapatkan pahala.

Terlepas adanya ahli agama yang bilang bahwa memotong kuku atau rambut saat berkurban merupakan sesuatu yang dilarang. Namun, jika seseorang tetap melakukannya pun, maka hewan kurban yang sudah diniatkan tersebut tetap dianggap sah. (Fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar