Iklan Banner Sukun
Ragam

5 Tahap Hadapi Kesedihan, Dari Penolakan Hingga Penerimaan

(Foto: christopher catbagan, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Menghadapi kesedihan memang tidak pernah mudah. Kesedihan yang datang karena apapun. Mulai dari kehilangan keluarga yang meninggal sampai kehilangan kekasih.

Ternyata, dalam menghadapi kesedihan juga memiliki tahap-tahapnya. Seorang psikiater sekaligus penulis asal Amerika-Swiss, Elisabeth Kubler-Ross, mengusulkan teori yang dikenal sebagai The Five Stages of Gried di tahun 1969.

Teori ini menjelaskan bahwa setiap orang mengalami 5 tahapan dalam menghadapi kesedihannya. Berikut ini tahapan-tahapan yang dirumuskan oleh Elisabeth.

1. Denial

Pada tahap ini, seseorang yang sedang merasa sedih akan melakukan penolakan atau penyangkalan. Kalian tidak menyangkal bahwa hal buruk telah terjadi, namun kalian berpura-pura bahwa hal tersebut tidak benar.

Kalian akan menolak kesedihan yang kalian rasakan. “Saya tida percaya ini terjadi, ini pasti hanya mimpi,” kata-kata yang biasanya dilontarkan oleh orang yang sedang melakukan denial.

2. Anger

Setelah menolak kesedihan, seseorang akan mengalami tahap kedua, yakni meluapkannya dalam bentuk amarah. Umumnya, yang terjadi pada tahap ini berujung pada menyalahkan orang lain atau hal-hal lain di sekitarnya. Seperti seseorang yang baru kehilangan ayahnya, bisa jadi orang tersebut merasa marah dan menyalahkan sang ibu atas kepergian ayahnya.

3. Bergaining

Tahap selanjutnya, adalah ketika kalian melakukan bargaining atau penawaran, dimana kalian ingin kembali mengambil alih atas hidup kalian sendiri. Biasanya, kalimat-kalimat pendangaian akan keluar untuk meredakan rasa sakit. “Seandainya aku sempat membalas pesannya”, “Seandainya aku tidak pergi malam itu”.

Perasaan tak berdaya tersebut membuat kalian memikirkan hal-hal yang seharusnya bisa kalian lakukan agar tak terjadi perisitiwa kehilangan tersebut.  Kondisi tersebut merupakan bentuk penawaran yang kalian inginkan atas kejadian yang sudah terjadi dan pertahanan lemah kalian untuk melindungi realita dari kejadian yang menyakitkan.

4. Depression

Memasuki tahap keempat, kalian merasa lelah dan putus asa. Semangat hidup pun menjadi hilang lantaran sedih yang terus menerus datang. Saat mengalami kondisi ini, seseorang cenderung memilih untuk menyendiri, menikmati rasa duka dan kesedihan seorang diri. Pada tahap ini, apabila sudah mulai mengkhawatirkan, ada baiknya untuk segera dikonsultasikan dengan psikolog atau ahlinya.

5. Acceptance

Setelah melewati banyak hal, butuh waktu sampai akhirnya kalian sampai pada tahap penerimaan. Rasa sakit akibat kehilangan itu masih ada, namun kalian sudah menerima hal tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah. Kesedihan tersebut masih akan terus ada, tapi kalian tak lagi menolak atau merasa marah.

Teori ini sebenarnya belum bisa dibuktikan secara ilmiah, ini karena setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menghadapi kesedihan. Bahkan tidak semua persis berurutan seperti dalam teori Kubler-Ross. Namun setidaknya, teori ini bisa membantu kalian bagaimana menangani kesedihan. [mnd/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar