Iklan Banner Sukun
Ragam

5 Kebiasaan Buruk Yang Buat Orang Malas Bicara Denganmu

Ilustrasi seseorang yang malas berbicara dengan orang yang punya kebiasaan buruk (Foto: RODNAE Production, Pexels)
Ilustrasi seseorang yang malas berbicara dengan orang yang punya kebiasaan buruk (Foto: RODNAE Production, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Saling berkomunikasi tentu memiliki beragam manfaat. Beberapa di antaranya digunakan untuk mempererat hubungan, mencairkan suasana, hingga saling bertukar pemikiran.

Namun, terkadang ada saja momen di mana seseorang enggan diajak berbicara. Hal ini bisa terjadi karena ia sedang tidak mood atau bahkan malas untuk berbicara denganmu.

Jika demikian, maka mungkin lima kebiasaan buruk ini yang menjadi alasan dia enggan berbicara padamu;

Memotong pembicaraan

Pasti dari kita pernah menemui seseorang yang suka memotong pembicaraan. Tentu hal ini akan memberikan kesan tidak sopan dan egois. Tak ayal jika orang lain jadi malas untuk berbicara dengannya.

Kebiasaan memotong pembicaraan inilah yang mungkin sering kamu lakukan pada orang lain. Sehingga membuatnya enggan berbicara denganmu.

Main handphone

Bermain handphone ketika seseorang mengajak bicara tentu juga tidak disarankan. Selain tidak sopan, tentu mereka juga merasa tidak dihargai.

Tak ayal jika hal buruk ini kerap kamu lakukan, maka orang lain pun jadi malas untuk berbicara denganmu kembali.

Merasa paling benar

Merespon obrolan orang lain tentu sangat dianjurkan, namun jika jika yang disampaikan cenderung merasa paling benar dan bahkan seolah tak mau kalah, tentu hal ini sebaiknya dihindari.

Siapapun orangnya tentu akan merasa tidak nyaman mengobrol dengan orang seperti itu. Jika menurutmu apa yang dilakukannya tidak tepat, maka cukup beri saran dengan baik dan tidak perlu memaksakan kehendak.

Terlalu narsis

Menceritakan diri sendiri pada orang lain sebenarnya hal yang normal terjadi. Namun jika berlebihan hingga terlalu narsis tentu dapat membuat orang lain merasa bosan, bahkan ilfeel.

Jika hal ini kerap kamu lakukan, semua orang pun lama kelamaan akan malas untuk mengajakmu berbicara. Alih-alih kamu mendengarkan ceritanya, justru mereka yang hanya termenung mendengarkan ceritamu.

Tidak bisa membaca situasi

Kemampuan membaca situasi tentu sangat diperlukan. Jangan sampai teman yang sedang bersedih justru kamu singgung, hingga kesedihannya semakin menjadi.

Begitupun ketika teman bahagia, jangan hancurkan kebahagiaannya dengan perkataan atau tindakanmu. Jika hal-hal itu kamu lakukan, tentu akan menyakiti hatinya.

Tak ayal orang pun enggan berbicara denganmu lagi, karena kamu dianggap tak punya empati. (fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar