Iklan Banner Sukun
Ragam

5 Fakta Unik dan Menarik Batam, Mulai dari Jembatan hingga Siaran Televisi

Tangkapan Layar Instagram @explorebatam

Surabaya (beritajatim.com) – Batam adalah sebuah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Wilayah Kota Batam terdiri dari Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang dan pulau-pulau kecil lainnya di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka.

Batam merupakan salah satu kota dengan letak yang sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini memiliki jarak yang sangat dekat dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Sebagai kota terencana, Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.

Namun, Tahukah kamu bahwa Batam memiliki beberapa fakta unik dan menarik. Berikut ini 5 fakta unik dan menarik Batam:

1. Memiliki Enam Jembatan Penyambung Pulau

Jembatan menjadi salah satu ikon unik di Batam. Terdapat enam jembatan yang saling menghubungkan antar-pulau yang dimulai dari:

– Pulau Batam ke Pulau Tonton dengan Jembatan Tengku Fisabilillah dengan panjang 642 meter.
– Pulau Tonton ke Pulau Nipah dihubungkan Jembatan Nara Singa sepanjang 420 meter.
– Pulau Nipah menuju Pulau Setokok dihubungkan Jembatan bernama Raja Ali Haji sepanjang 270 meter.
– Pulau Setokok ke Pulau Rempang dihubungkan Jembatan Sultan Zainal Abidin sepanjang 365 meter.
– Pulau Rempang ke Pulau Galang dihubungkan Jembatan Tuanku Tambusai sepanjang 385 meter.
– Pulau Galang ke Pulau Galang Baru dihubungkan Jembatan Raja Kecik sepanjang 180 meter.

2. Salah Satu Kota dengan Infrastruktur Terunggul

Pemerintah Batam melarang pembangunan di pinggir jalan protokol. Sementara, rangkaian kabel listrik diatur agar tidak terlihat semrawut. Semua jaringan listrik telah ditanam sedemikian rupa di dalam tanah dan setiap tahun pemerintah terus menggalakan pelebaran dan pembangunan infrastruktur.

Infrastruktur lainnya yang jadi kebanggaan Batam adalah landasan pacu dan runway di Bandara Hang Nadim yang sangat panjang, yakni 4.025 meter. Dengan landasan pacu sepanjang itu, Batam disebut memiliki landasan terpanjang se-Asia Tenggara.

3. Surganya Barang Branded Berharga Miring

Batam juga dikenal dengan black market-nya. Namun, konsumen harus benar-benar teliti saat membelinya agar tidak bermasalah di kemudian hari. Batam juga menjadi rumah bagi barang-barang branded dengan harga lebih miring. Tas-tas bermerek dijajakan di sejumlah toko yang tersebar di pusat kota, seperti keluaran Gucci, Bonia, atau Braun Buffel.

Fenomena unik ini lantaran disebabkan karena penetapan kota ini sebagai area perdagangan bebas pajak. Semua kegiatan ekspor dan impor serta aktivitas pelabuhan tidak dipungut pajak. Akibatnya, harga barang lebih murah dibanding kota lainnya di Indonesia.

4. Pelabuhan Terbanyak di Indonesia

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Meski kota kecil yang luasnya hanya 3.990 km persegi, posisi Batam yang strategis menjadikannya pintu utama perdagangan internasional. Tak heran bila Batam memiliki banyak fasilitas pelabuhan internasional terbanyak di Indonesia.

Pelabuhan logistik dan pelabuhan penumpang yang mempercepat akses pertumbuhan ekonomi di batam dan memudahkan akses dari dan ke domestik dan internasional.

– Pelabuhan Internasional Logistik yang menghubungkan Kota Batam dengan Singapura dan Malaysia: Sekupang, Batu Ampar, dan Kabil.
– Pelabuhan Internasional Penumpang: Batam Centre, Harbour Bay, Nongsa, Waterfront dan Sekupang.
– Pelabuhan Domestik Penumpang: Harbour Bay, Sekupang, dan Telaga Punggur.

5. Memiliki Siaran Televisi Tiga Negara

Batam dan kawasan sekitarnya mampu menangkap beberapa frekuensi siaran televisi dari dua negara, yakni Malaysia dan Singapura. Siaran televisi dari dua negeri jiran tersebut dapat ditangkap dengan menggunakan antena biasa dan tidak memerlukan parabola atau layanan televisi berbayar.

Dengan jumlah siaran televisi negara tetangga yang hampir sama dengan siaran televisi Indonesia, siaran televisi asing sudah menjadi tontonan yang biasa bagi masyarakat Batam. (dae/ian)

Apa Reaksi Anda?

Komentar