Iklan Banner Sukun
Ragam

3 Rekomendasi Buku untuk Healing, Wajib Kamu Baca saat Stress Melanda

Ilustrasi buku yang bisa buat healing. (Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Berbicara tentang healing, banyak orang mengartikannya sebagai pergi berlibur ke luar kota atau nongkrong di kafe favorit. Semua hal itu adalah upaya yang mereka tempuh untuk menghilangkan stres atau kejenuhan di hari kerja.

Namun, hal itu bisa jadi bumerang, jika kita tak cermat dalam memperhitungkan bujet yang kita punya. Tentu anda tidak mau kan, gaji anda habis di minggu pertama gajian? Oleh karena itu, ada pilihan healing lain yang dijamin minim bujet dan bikin pikiran jadi enggak stress, membaca buku. Iya, betul. Membaca bisa jadi opsi kamu dalam menikmati hari libur dan menjernihkan pikiran. Ada 5 buku yang sangat direkomendasikan untuk kamu baca, jika pikiran sedang suntuk.

Berikut 3 Buku Healing Anti Stres yang Perlu Kamu Tahu:


1. Sesekali Kita Butuh Sepi

Buku karangan Ikhsanudin ini banyak menuai pujian, baik terkait konten yang dibawakan maupun rajutan diksi yang dipergunakan. Membaca buku ini, kita seolah dibujuk untuk melapangkan pikiran dan hati. Menerima diri seadanya dan meneruskan langkah dalam hidup yang sempat tertunda.

Salah satu kutipan dari buku ini yang populer ialah:

Ambillah jeda untuk mengumpulkan lagi semangat, mengambil hikmah, dan menguatkan langkah. Hidup butuh sepi agar kita mampu mendengar lebih jelas apa kata hati. Hidup butuh sepi untuk tahu siapa yang sebenarnya selalu hadir dan menemani. Hidup perlu sepi untuk mengerti jika Dia selalu ada di sisi.

2. Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja

Jika kamu baru saja patah hati, kecewa atau sedang mencoba untuk melepaskan sesuatu. Buku ini sangat tepat untuk menjadi teman setia. Buku yang ditulis oleh Alvi Syahrin ini mengulas tentang bagaimana cara untuk tetap mencintai diri sendiri, saat kita justru melakukan kesalah yang terus berulang.

Hal yang ditekankan oleh penulis dalam buku ini adalah setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan itu tak masalah. Salah-satu kutipan dari buku ini:

Tidak apa melakukan kesalahan, tidak apa jika kalian merasa tidak baik-baik saja, karena hidup memang tidak akan selalu baik-baik saja.

3. Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

Buku ini masih karangan dari penulis Alvi Shyahrin. Di keseharian, kita sering membandingkan pencapain yang kita miliki dengan pencapaian orang lain. Khawatir akan segala sesuatu di masa depan. Sesuatu yang sebetulnya amat wajar, tapi tak perlu berlarut-larut. Salah-satu kutipan dari buku ini:

Tenang saja, kau tidak sedang diburu waktu. Bacalah tiap lembarnya dengan penuh kesadaran bahwa hidup adalah tentang sebaik-baiknya berusaha, jatuh lalu bangun lagi, dan tidak berhenti percaya bahwa segala perjuanganmu tidak akan sia-sia. Bukankah sebaiknya apa-apa yang fana tidak selayaknya membuatmu kecewa?

Selamat menikmati ketiga buku tersebut. Semoga itu bisa menjadi opsi healing kalian yang tetap asik, dengan bujet minm. (Jhn/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev